Pencarian

TP PKK dan Posyandu Jawa Tengah Teken Kerja Sama Kelola Limbah Rumah Tangga, Minyak Jelantah Jadi Bernilai Ekonomi

Kamis, 14 Mei 2026 • 19:54:01 WIB
TP PKK dan Posyandu Jawa Tengah Teken Kerja Sama Kelola Limbah Rumah Tangga, Minyak Jelantah Jadi Bernilai Ekonomi
Ketua TP PKK Jawa Tengah menandatangani nota kesepahaman pengelolaan limbah rumah tangga di Semarang.

SEMARANG — Nawal Arafah Yasin, Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Jawa Tengah, menandatangani nota kesepahaman dengan PT BioSirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari di Bale Agung Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/2026). Kolaborasi ini menyasar pengelolaan sampah domestik—mulai dari minyak jelantah hingga limbah dapur lainnya—agar tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Minyak Jelantah Jadi Target Utama

Dalam skema ekonomi sirkular yang dirancang, limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tak berguna akan dikumpulkan, diolah, dan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk produk bernilai jual. Minyak jelantah, misalnya, bisa diolah kembali menjadi bahan baku industri. Dua perusahaan mitra akan menyediakan sistem pengumpulan, edukasi warga, hingga teknologi pengolahan.

Direktur PT BioSirkular Inovasi Indonesia, Dicka Dwi Candra, mengatakan pendekatan ini bukan sekadar soal membersihkan lingkungan. “Ekonomi sirkular bukan hanya tentang pengelolaan limbah, tetapi bagaimana masyarakat dapat menjadi bagian dari solusi lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” kata Dicka dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Kader PKK dan Posyandu Jadi Garda Terdepan

Jaringan TP PKK dan TP Posyandu yang menjangkau hingga tingkat desa menjadi tulang punggung program. Ribuan kader yang setiap hari bertemu warga di posyandu atau kegiatan PKK akan menjadi agen perubahan. Mereka yang akan mengedukasi pemilahan sampah sejak dari dapur, mengkoordinasi pengumpulan, hingga memastikan limbah sampai ke mitra pengolah.

Direktur PT Gapura Mas Lestari, Heru Fidiyanto, menekankan bahwa keberhasilan ekonomi sirkular sangat tergantung pada partisipasi akar rumput. “Pendekatan ekonomi sirkular harus dibangun dari tingkat masyarakat. Ketika limbah dapat dikelola dengan baik dan memiliki nilai manfaat, maka dampaknya tidak hanya dirasakan lingkungan, tetapi juga masyarakat secara langsung,” ujar Heru.

Target: Ubah Kebiasaan, Bukan Sekadar Proyek

Program ini tidak dirancang sebagai proyek jangka pendek. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara berkelanjutan. Limbah yang tadinya dibuang begitu saja diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Langkah ini sekaligus menjawab persoalan klasik: volume sampah rumah tangga yang terus meningkat setiap tahun di kota-kota besar Jawa Tengah seperti Semarang, Solo, dan Purwokerto. Dengan melibatkan kader PKK dan Posyandu, pemerintah optimistis budaya pengelolaan limbah bisa tertanam lebih cepat dibandingkan pendekatan top-down yang selama ini berjalan.

Bagikan
Sumber: indoposco.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks