MAGELANG — Kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan skrining kesehatan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinilai masih perlu ditingkatkan. Lurah Kramat Selatan, Kota Magelang, Bayu Saputro, menekankan urgensi deteksi dini sebagai upaya pencegahan penyakit kronis.
Menurut Bayu, banyak warga yang baru memeriksakan diri ketika keluhan sudah parah. Padahal, skrining kesehatan yang tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas bisa mendeteksi faktor risiko sejak awal.
Skrining sebagai Benteng Pertama
Bayu menjelaskan bahwa program JKN tidak hanya mencakup pengobatan saat sakit, tetapi juga promotif dan preventif. Layanan skrining, seperti cek tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, bisa diakses secara gratis oleh peserta JKN.
“Manfaatkan skrining kesehatan untuk cegah penyakit kronis,” imbau Bayu dalam keterangan yang diterima di Magelang, baru-baru ini.
Biaya Pengobatan Jauh Lebih Mahal
Pernyataan Bayu merujuk pada data bahwa biaya pengobatan penyakit kronis seperti jantung, stroke, dan diabetes melitus jauh lebih tinggi dibandingkan biaya skrining. Dengan deteksi dini, warga bisa mengubah pola hidup sebelum kondisi memburuk.
Ia juga mendorong kader kesehatan di tingkat RT dan RW untuk aktif mengingatkan warga mengikuti jadwal skrining di posyandu atau puskesmas terdekat. Partisipasi aktif warga menjadi kunci agar program pencegahan berjalan efektif.
Kepemilikan JKN Jadi Syarat Mutlak
Bayu menilai urgensi bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memiliki JKN. Kepemilikan kartu ini memastikan warga bisa mengakses skrining dan layanan kesehatan lain tanpa terbebani biaya di luar kemampuan.
“Pemerintah sudah menyediakan fasilitasnya. Sekarang tinggal kesadaran warga untuk datang dan memeriksakan diri,” pungkasnya.