SRAGEN — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen sukses menyabet gelar Juara Umum Pos Terpadu Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026 tingkat Polda Jawa Tengah. Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Kasat Lantas Polres Sragen AKP Kukuh Tirto Satria Leksono di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, Semarang, baru-baru ini.
Capaian ini memperpanjang tren positif kepolisian setempat setelah sebelumnya meraih predikat serupa pada OKC 2025. Penilaian juri menitikberatkan pada kualitas pelayanan publik, manajemen arus lalu lintas, hingga pemanfaatan teknologi dalam mengurai kendala pemudik di wilayah hukum Sragen.
Inovasi MBAK DEWI Jadi Kunci Kemenangan di Jalur Mudik
Salah satu poin krusial yang melambungkan nilai Polres Sragen adalah inovasi "MBAK DEWI" atau Mobile Bakti Digital Electric Vehicle Way Incident. Program gagasan AKBP Dewiana Syamsu Indyasari ini menghadirkan layanan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Keliling bagi pemudik yang melintasi Bumi Sukowati.
Fasilitas ini menjadi solusi konkret bagi pengguna mobil listrik yang mengalami kehabisan daya di tengah perjalanan. Masyarakat cukup menghubungi hotline 110 atau mengakses barcode Chatbot Sipolan untuk mendapatkan bantuan pengisian daya darurat secara cepat di lokasi kejadian.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk adaptasi cepat kepolisian terhadap perkembangan teknologi transportasi modern. Kehadiran unit pengisian listrik keliling tersebut memberikan rasa tenang bagi pemudik yang menggunakan kendaraan ramah lingkungan di jalur arteri maupun tol.
Apresiasi Kapolres Atas Dedikasi Personel di Lapangan
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menegaskan bahwa trofi juara umum ini merupakan buah dari loyalitas dan kerja keras seluruh personel. Keberhasilan pengamanan Lebaran 2026 melibatkan sinergi lintas sektoral yang bekerja intensif selama arus mudik dan balik.
“Penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, namun bentuk pengakuan atas dedikasi personel di lapangan yang bekerja tanpa mengenal waktu demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ujar AKBP Dewiana.
Ia menambahkan, soliditas tim terlihat mulai dari pengaturan arus di titik rawan macet, respons cepat terhadap kecelakaan, hingga pelayanan informasi yang akurat. Kapolres menilai Satlantas Polres Sragen mampu menunjukkan profesionalisme dan sisi humanis Polri dalam melayani warga.
Upaya Mempertahankan Standar Pelayanan Publik Modern
Meski kembali mempertahankan tradisi juara, pucuk pimpinan Polres Sragen meminta jajarannya tidak cepat berpuas diri. Prestasi ini justru menjadi beban moral untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan lalu lintas yang berbasis kebutuhan masyarakat dan responsif terhadap dinamika di lapangan.
“Kami tidak boleh cepat puas. Prestasi ini harus menjadi cambuk semangat untuk terus menghadirkan inovasi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Ke depan, Polres Sragen berkomitmen memperkuat sistem pelayanan digital dan memperluas jangkauan inovasi yang sudah ada. Kepolisian juga mengajak masyarakat Sragen untuk terus mendukung budaya tertib berlalu lintas demi menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Jawa Tengah.