Pencarian

Pemprov Jateng Guyur Tali Asih Rp1 Juta bagi 2.000 Penghafal Al-Qur'an

Minggu, 03 Mei 2026 • 21:44:41 WIB
Pemprov Jateng Guyur Tali Asih Rp1 Juta bagi 2.000 Penghafal Al-Qur'an
Wakil Gubernur Jateng menyerahkan tali asih Rp1 juta kepada penghafal Al-Qur’an di Kebumen.

KEBUMEN — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat komitmen dukungan terhadap pendidikan keagamaan melalui penyaluran program tali asih atau bisyaroh bagi para penghafal Al-Qur'an. Bantuan senilai Rp1 juta per orang diberikan kepada setiap santri yang berhasil menuntaskan hafalan 30 juz di berbagai pondok pesantren wilayah Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi nyata pemerintah terhadap ketekunan santri. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Haul dan Haflah Khotmil Qur’an di PPTQ Quantum Qolbu, Petanahan, Kabupaten Kebumen, Minggu (3/5/2026).

"Bisyaroh ini tidak melihat orang Jateng atau luar Jateng. Setiap selesai menghafal 30 juz, kita akan memberikan tali asih atau bisyaroh setiap anak sebesar Rp1 juta," tegas Gus Yasin.

Bisyaroh Rp1 Juta untuk Seluruh Santri Tanpa Sekat Wilayah

Gus Yasin menjelaskan kriteria penerima bantuan ini sangat inklusif. Selama santri tersebut menempuh pendidikan dan menyelesaikan hafalannya di Jawa Tengah, mereka berhak mendapatkan apresiasi, terlepas dari domisili asal pada kartu identitas mereka.

Kebijakan ini sempat mengejutkan sejumlah orang tua santri dari luar pulau. Taj Yasin menceritakan pengalamannya saat didatangi wali santri yang ingin berterima kasih secara langsung atas perhatian pemerintah daerah terhadap pendidikan anak mereka.

"Saya kaget kok tiba-tiba mengucapkan terima kasih. Ternyata anaknya adalah salah satu santri asal Papua yang menerima bisyaroh penghafal Quran dari Pemprov Jateng," ungkapnya. Santri tersebut mendapatkan tambahan uang saku resmi setelah menuntaskan hafalan 30 juz di salah satu pesantren di Jawa Tengah.

Target 2.000 Hafidz Per Tahun dan Dukungan Anggaran

Data Pemerintah Provinsi menunjukkan antusiasme tinggi di kalangan santri untuk menjadi hafidz. Setiap tahun, tercatat sekitar 2.000 santri di Jawa Tengah mampu menyelesaikan hafalan 30 juz. Angka ini mencerminkan keberhasilan pola pendidikan pesantren di wilayah tersebut.

Pemprov Jawa Tengah memastikan alokasi anggaran untuk program ini akan terus berlanjut. Langkah ini diambil karena Al-Qur'an dinilai memiliki dampak besar dalam membentuk karakter dan memberikan manfaat luas bagi kehidupan masyarakat secara spiritual maupun sosial.

"Penghargaan ini membuat kami semakin bersemangat lagi mempelajari Al Quran," kata Nisvia Nurlaila, salah satu santri penerima tali asih. Ia berhasil menyelesaikan hafalan dalam kurun waktu tujuh tahun, sementara rekannya, Khairani, mampu menuntaskannya hanya dalam tiga tahun.

Dampak Positif bagi Motivasi Belajar di Pesantren

Kehadiran program bisyaroh terbukti efektif meningkatkan kompetisi positif di lingkungan pesantren. Para santri kini memiliki target yang lebih terukur dalam menyelesaikan hafalan mereka. Bantuan nominal tersebut seringkali digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan lanjutan atau membantu ekonomi keluarga.

Nisvia dan Khairani, yang kini menempuh pendidikan di MA NU Darussaadah Kebumen, menjadi contoh nyata bagaimana apresiasi pemerintah memicu semangat belajar. Keberhasilan mereka diharapkan mampu menularkan motivasi kepada santri-santri junior lainnya di Jawa Tengah.

Pemerintah berharap program ini dapat menjaga ekosistem pendidikan Al-Qur'an di Jawa Tengah agar tetap tumbuh subur. Dukungan finansial yang konsisten menjadi stimulus penting bagi para penghafal Al-Qur'an dalam menjaga dedikasi mereka terhadap pendalaman kitab suci.

Bagikan
Sumber: bloranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks