Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Jawa Tengah berlangsung aman dan kondusif berkat kedewasaan massa dalam menyampaikan aspirasi di Semarang. Kepolisian Daerah Jawa Tengah memberikan apresiasi tinggi kepada elemen buruh dan mahasiswa yang menjaga ketertiban hingga aksi berakhir damai pada Jumat sore.
KOTA SEMARANG — Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen buruh, mahasiswa, dan masyarakat dalam peringatan Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026). Rangkaian kegiatan di berbagai wilayah, khususnya Kota Semarang, terpantau berjalan aman, lancar, dan menunjukkan kematangan demokrasi.
Suasana damai menyelimuti berbagai titik konsentrasi massa sejak pagi hingga petang. Salah satu aksi yang menjadi sorotan berlangsung di depan Kantor Balaikota Semarang oleh elemen mahasiswa. Massa membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 17.00 WIB setelah menyampaikan tuntutan mereka secara terbuka.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, turun langsung menemui para peserta aksi di depan gerbang Balaikota. Langkah persuasif ini disambut positif oleh massa yang berharap adanya tindak lanjut nyata dari pemerintah daerah atas aspirasi yang mereka bawa ke jalan.
Gubernur dan Kapolda Jateng Dialog Langsung dengan Buruh
Pemandangan serupa terlihat di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Aliansi buruh, mahasiswa, dan masyarakat menggelar orasi yang berlangsung tertib hingga sore hari. Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi, menunjukkan sikap dialogis dengan menemui langsung para peserta aksi di lapangan.
Ahmad Luthfi tidak sendirian saat menyapa massa. Ia didampingi oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo serta Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat. Kehadiran para pimpinan daerah di tengah massa ini dilakukan usai agenda audiensi resmi di ruang rapat lantai 2 Kantor Gubernur.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi perwakilan buruh dan mahasiswa untuk memaparkan poin-poin tuntutan secara mendalam. Komunikasi dua arah antara pemerintah dan elemen masyarakat ini dinilai efektif meredam ketegangan yang biasanya mewarnai peringatan May Day di kota-kota besar.
Polda Jateng Sebut Aksi Damai Cermin Kedewasaan Demokrasi
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, memantau langsung jalannya pelayanan pengamanan di halaman Kantor Gubernur. Ia menegaskan bahwa situasi kondusif di seluruh Jawa Tengah merupakan buah dari sinergi yang solid antara aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengapresiasi seluruh rekan-rekan buruh, mahasiswa, dan masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun, tertib, dan bertanggung jawab. Ini mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi serta komitmen bersama menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Artanto saat memberikan keterangan resmi.
Menurutnya, penyampaian pendapat yang dilakukan secara damai memberikan dampak positif yang luas. Selain menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), aktivitas warga umum di pusat kota tetap bisa berjalan normal tanpa gangguan lalu lintas yang berarti.
Inspirasi bagi Daerah Lain dalam Menjaga Ketertiban Umum
Keberhasilan Jawa Tengah mengawal May Day 2026 tanpa insiden menonjol diharapkan menjadi standar baru dalam penyampaian pendapat di muka umum. Penekanan pada dialog dan sikap saling menghormati antara demonstran dan petugas di lapangan menjadi kunci utama kelancaran acara.
“Peringatan May Day di Jawa Tengah hari ini menjadi contoh bahwa aspirasi dapat disampaikan secara bermartabat tanpa mengganggu kepentingan masyarakat luas. Ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan ketertiban umum,” tambah Artanto.
Hingga Jumat malam, situasi di Kota Semarang dan sekitarnya dilaporkan sepenuhnya aman. Pihak kepolisian memastikan personel pengamanan tetap bersiaga hingga seluruh rangkaian kegiatan masyarakat benar-benar tuntas. Momentum May Day tahun ini membuktikan bahwa demokrasi di Jawa Tengah dapat berjalan sejuk, dialogis, dan tetap berorientasi pada solusi bersama.