Pencarian

Stok Pangan Jawa Tengah 370.000 Ton, Sriyanto Pastikan Aman Hadapi El Nino

Jumat, 01 Mei 2026 • 22:35:00 WIB
Stok Pangan Jawa Tengah 370.000 Ton, Sriyanto Pastikan Aman Hadapi El Nino
Sriyanto memastikan stok pangan Jawa Tengah mencapai 370.000 ton, siap hadapi musim kemarau.

Karanganyar — Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra Sriyanto Saputro menyatakan cadangan pangan Jawa Tengah tidak hanya mencukupi tetapi juga surplus menghadapi tantangan alam di musim kemarau mendatang. Pernyataan ini disampaikan usai meninjau langsung fasilitas penyimpanan pangan dan sentral penggilingan padi di wilayah Soloraya untuk memverifikasi kesiapan cadangan dan penyerapan hasil panen petani.

Stok Melimpah, Soloraya Catat 79.000 Ton Cadangan Pangan

Data yang diperoleh Sriyanto dari inspeksi menunjukkan posisi stok pangan regional sangat menggembirakan. "Stok ketersediaan pangan kita sangat terjaga, bahkan surplus. Untuk Jawa Tengah saja, stok mencapai 370.000 ton. Sementara di wilayah Surakarta (Soloraya), ada 79.000 ton. Ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sembilan bulan ke depan," tegasnya setelah meninjau fasilitas pengolahan padi dan gudang Bulog Dukungan Sragen.

Kecukupan stok ini diperoleh melalui upaya penyerapan gabah petani yang optimal, sebuah prasyarat penting dalam membangun ketahanan pangan nasional. Dengan angka-angka tersebut, komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan di level daerah terbukti berjalan efektif.

Bulog Diminta Tetap Aktif Antisipasi Dampak El Nino Berkelanjutan

Meskipun stok melimpah, Sriyanto menekankan perlunya langkah antisipatif untuk menghadapi potensi gangguan produksi akibat fenomena El Nino. Politikus dari Dapil Jateng IV ini meminta Bulog tidak mengurangi intensitas operasionalnya dan tetap responsif terhadap kebutuhan daerah-daerah yang pasokannya berkurang.

"Bulog tidak boleh tidur meski stok melimpah. Saat ada daerah yang pasokannya menipis, harus langsung lari untuk mengisi. Begitu juga dengan penyerapan gabah petani, harus terus dimaksimalkan sebagai cadangan jika El Nino berlangsung lama," jelasnya dengan penekanan pada pentingnya kewaspadaan berkelanjutan.

Harga Pembelian Pemerintah Rp6.500/Kg Dorong Semangat Petani

Selain aspek distribusi, Sriyanto juga mengapresiasi kebijakan penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram yang ditetapkan Pemerintah. Keputusan ini dinilainya memberikan kepastian harga bagi petani sekaligus melindungi hasil panen dari tekanan permainan tengkulak yang merugikan.

Ditambah dengan penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen, kebijakan ini menciptakan sinergi positif dalam mendorong semangat petani untuk meningkatkan produksi. "Negara hadir. Dengan harga yang dipatok Presiden Prabowo ini, petani semakin bersemangat. Ditambah lagi adanya penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen, ini sinergi yang luar biasa untuk mengejar swasembada pangan," ujarnya.

Fasilitas Pengolahan Modern Menjaga Kualitas Beras Nasional

Dalam inspeksi di sentral penggilingan padi modern Sragen, Sriyanto mencatat kapasitas pengolahan padi mencapai 120 ton per hari. Fasilitas pengeringan dan pengolahan berteknologi modern ini dianggap krusial untuk mempertahankan kualitas beras nasional di tengah ketidakpastian cuaca yang potensial merusak hasil panen.

Pengawasan pemerintah tidak hanya tertuju pada komoditas beras, melainkan juga mencakup jagung dan palawija sebagai bagian dari strategi diversifikasi pangan nasional. Pendekatan multikommoditas ini bertujuan menjaga ketahanan konsumsi masyarakat dari risiko kekurangan pangan spesifik.

Bulog Lanjutkan Penyaluran Bantuan Pangan dengan Stok Memadai

Kepala Kantor Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati menambahkan bahwa lembaganya terus menjalankan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat dengan komoditas utama beras dan minyak goreng. Stok minyak goreng yang disediakan saat ini dinilai cukup memadai untuk menyelesaikan seluruh pagu penyaluran bantuan pangan yang telah ditetapkan.

Dengan dukungan infrastruktur modern, ketersediaan stok yang surplus, dan komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan petani, Sriyanto menekankan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi tantangan alam ke depan. "Intinya, masyarakat tidak perlu resah. Stok pangan kita lebih dari cukup untuk menghadapi tantangan alam ke depan," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: fraksigerindra.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks