KEDIRI — Dua gol cepat Jon Toral dan Jose Enrique pada awal babak pertama jadi penyebab utama kekalahan Laskar Sambernyawa. Persis gagal membawa pulang hasil positif dari lawatan ke markas klub beda kasta tersebut.
Komposisi pemain yang diturunkan pelatih justru jadi perhatian tersendiri. Beberapa pemain muda yang sebelumnya bermain di ajang EPA mendapat kepercayaan tampil sebagai starter.
Karteker Persis Solo Dedy Gusmawan menyebut absennya tiga pemain asing merupakan bagian dari rotasi skuad. Pertimbangan utamanya menjaga kebugaran pemain di tengah jadwal pertandingan yang padat.
"Memang ada rotasi pemain karena kami hanya memiliki waktu dua hari untuk pemulihan setelah pertandingan sebelumnya. Kami memberikan kesempatan kepada pemain untuk mendapatkan waktu istirahat dan recovery," ujar Dedy dalam konferensi pers seusai pertandingan, Rabu (4/11/2026).
Rotasi juga dimaksudkan memberi menit bermain kepada pemain yang selama ini jarang masuk starting line-up. Dedy menegaskan seluruh pemain Persis punya kesempatan sama untuk menunjukkan kualitasnya.
"Rotasi ini juga bentuk dari kami yang percaya pada kemampuan seluruh pemain di Persis. Menurut saya, semua pemain yang kami turunkan memiliki kualitas yang sama dan siap untuk bermain," imbuhnya.
Keputusan rotasi besar-besaran memunculkan pertanyaan soal target Persis di turnamen ini. Apakah Laskar Sambernyawa membidik prestasi maksimal, atau menjadikan I League Cup sebagai ajang pembagian menit bermain?
Dedy belum menyampaikan target spesifik. Dia hanya menegaskan Persis akan berusaha mendapatkan hasil terbaik, meski kekalahan di laga perdana membuat langkah timnya semakin berat.
Bagi Persis, kekalahan di Kediri menjadi modal kurang menguntungkan sebelum menjalani laga berikutnya di fase grup. Evaluasi kebugaran skuad akan jadi kunci mengingat jarak antarpertandingan yang rapat.