BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di 7 Daerah Jawa Tengah Hari Ini, Waspada Banjir Rob Pantura

Penulis: Yanto Prasetya  •  Rabu, 04 November 2026 | 09:46:31 WIB
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Ferry Oktarisa mengimbau warga mewaspadai cuaca ekstrem pada sore hingga awal malam.

SEMARANG — Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Ferry Oktarisa menyebut cuaca ekstrem tersebut berpeluang muncul pada sore hingga awal malam. Sebelumnya, pagi hingga siang, cuaca di sebagian besar Jawa Tengah umumnya cerah berawan hingga berawan.

Memasuki sore, hujan ringan hingga sedang berpeluang mengguyur sebagian besar wilayah. Hanya sebagian daerah yang berpotensi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir.

Mengapa Kawasan Perbukitan dan Bantaran Sungai Paling Rawan

Ferry meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan tebing perbukitan dan sekitar daerah aliran sungai. Dua jenis lokasi itu paling rentan terhadap bencana hidrometeorologi basah saat hujan lebat mengguyur.

"Waspada bencana hidrometeorologi sebagai dampak cuaca ekstrem tersebut, terutama bagi yang tinggal di kawasan tebing perbukitan maupun di sekitar daerah aliran sungai," kata Ferry, Rabu, 4 November 2026.

Selain hujan, angin bertiup dari arah barat laut ke timur dengan kecepatan 10-35 kilometer per jam. Suhu udara berkisar 16-35 derajat Celsius dengan kelembaban 40-95 persen.

Air Laut Pasang Maksimum 1 Meter Ancam Aktivitas Warga Pantura

Di kawasan pesisir, Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Usman Efendi menyatakan banjir rob masih menjadi ancaman. Air laut pasang berlangsung di perairan utara Jawa Tengah dengan ketinggian maksimum 1 meter pada pukul 01.00-06.00 WIB.

Usman menyebut rob berpotensi mengganggu aktivitas warga, mulai dari transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat, hingga petani garam.

"Waspada terhadap banjir di kawasan pesisir Pantura, karena akan mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam," ujar Usman.

Gelombang Perairan Selatan Lebih Berisiko bagi Pelayaran

Di perairan utara, gelombang tinggi tergolong landai dengan ketinggian 0,5-1,25 meter sehingga relatif aman untuk pelayaran. Kondisi berbeda terjadi di perairan selatan dengan gelombang 1,25-2,5 meter yang cukup berisiko.

Risiko itu meningkat saat kecepatan angin tinggi. Usman merinci ambang batasnya untuk tiap jenis kapal.

"Resiko terhadap pelayaran, bagi kapal nelayan saat kecepatan angin di atas 15 knot, kapal tongkang ketika kecepatan angin di atas 16 knot dan kapal barang maupun penumpang (ferry) saat kecepatan angin diatas 20 knot," jelasnya.

BMKG meminta warga memantau pembaruan prakiraan cuaca sebelum beraktivitas di luar ruang, terutama pada sore hingga awal malam. Nelayan dan operator kapal di perairan selatan diminta menunda keberangkatan bila kecepatan angin melampaui ambang batas yang disebutkan.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top