GROBOGAN — Cuaca ekstrem melanda Kecamatan Gabus sejak Jumat (30/10) sore. Sekitar pukul 16.00 WIB, plafon KDMP Desa Banjarejo ambrol dan instalasi listrik di atasnya rusak. Pintu rolling door gerai itu juga jebol diterjang angin.
Pada waktu hampir bersamaan, rumah limasan berbahan kayu jati milik Komiyatu (44) di Dusun Tanjung, Desa Tunggulrejo, roboh. Bangunan itu tidak kuat menahan terpaan angin kencang yang menyertai hujan.
Kerusakan meluas keesokan harinya. Hujan deras dan angin kencang kembali melanda Kecamatan Gabus pada Sabtu (31/10/2026) sore. Sekitar pukul 17.00 WIB, empat rumah di Dusun Geri, Desa Keyongan, ambruk.
Total ada lima rumah warga dan satu fasilitas koperasi desa yang terdampak. Witoyo menyampaikan laporan kerusakan diterima pihaknya dari dua desa berbeda dalam rentang dua hari.
"Sudah dua hari ketika sore terjadi hujan deras dan angin kencang," kata Kapolsek Gabus AKP Witoyo.
Kerusakan di KDMP Desa Banjarejo mencakup plafon yang ambrol serta jaringan listrik di atasnya. Pintu rolling door yang jebol membuat isi gerai terbuka.
"KDMP Desa Banjarejo plafon ambrol serta instalasi listrik di atasnya rusak dan pintu roling door jebol akibat hujan deras disertai angin kencang," ujar Witoyo.
Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Nilai kerugian material masih dalam penghitungan, dengan taksiran awal puluhan juta rupiah untuk rumah limasan di Dusun Tanjung.
Kecamatan Gabus berada di jalur dataran rendah Grobogan yang kerap diterjang angin kencang saat musim hujan. Polsek Gabus mengimbau warga memeriksa kondisi atap dan pohon tinggi di sekitar rumah.
Pemerintah desa setempat disebut masih mendata kerusakan untuk pengajuan bantuan perbaikan. Warga yang rumahnya ambruk untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat.