Jembatan Ngroto Batang Ambrol, Warga Reban Terpaksa Memutar 10 Kilometer ke Bawang

Penulis: Xander Situmorang  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:46:01 WIB
Jembatan Ngroto di Batang putus total dan memutus akses penghubung wilayah Reban, Cablikan, serta Desa Ngroto.

BATANG — Camat Reban Sugiharto menyebut jembatan yang terputus itu menghubungkan urat nadi antarwilayah, mulai dari Reban, Cablikan, hingga Desa Ngroto. Kondisi tanah yang labil diduga turut menyebabkan kerusakan struktur bangunan.

Dampaknya langsung terasa pada aktivitas harian. Perjalanan yang semula singkat berubah menjadi memutar jauh lewat Bawang.

Jembatan Penghubung Tiga Wilayah Putus Total

Jembatan Ngroto berperan vital karena menjadi jalur utama warga antarwilayah. Sugiharto menegaskan, jika harus terus memutar jauh, aktivitas ekonomi dan kemasyarakatan dipastikan tersendat-sendat.

"Jembatan yang kini terputus tersebut memegang peranan vital karena menghubungkan urat nadi antarwilayah, mulai dari Reban, Cablikan, hingga Desa Ngroto. Jika harus terus memutar jauh, aktivitas ekonomi dan kemasyarakatan dipastikan tersendat-sendat," ujarnya saat ditemui di Desa Ngroto, Rabu (28/10/2026).

Bupati Batang Minta Bappeda dan DPMPPR Survei Lokasi

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meminta jajarannya segera melakukan survei untuk mengkaji kemungkinan perbaikan jembatan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Instruksi itu disampaikan langsung setelah laporan kondisi jembatan diterima.

"Tolong setelah ini langsung dari Bappeda, DPMPPR untuk segera disurvei. Kalau memang sekiranya layak kita perbaiki menggunakan BTT, ya silakan saja. Kalau tidak, ya berarti menunggu tahun depan," tegasnya.

Faiz menyebut penggunaan dana penanganan bencana dapat menjadi opsi percepatan perbaikan selama memenuhi ketentuan yang berlaku.

"Kalau memang bisa menggunakan dana bencana, nanti kita segera prioritaskan, karena ini fundamental menghubungkan dua desa. Kalau secara regulasi memungkinkan, ya kita bantu," tandasnya.

Dana BTT Jadi Opsi, Regulasi Masih Dikaji

Pemkab Batang masih mengkaji kondisi jembatan serta aspek regulasi dan pembiayaan. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah perbaikan, termasuk kemungkinan penggunaan dana BTT.

Belum ada keterangan resmi soal besaran anggaran yang dibutuhkan maupun jadwal pasti perbaikan. Warga di tiga wilayah terdampak kini menunggu hasil survei Bappeda dan DPMPPR sebelum mengetahui kapan akses kembali normal.

Perbaikan jembatan diharapkan dapat memulihkan akses warga dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi serta sosial masyarakat setempat.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top