Macklemore Gelar Tur Free Palestine di Dublin Usai Didepak dari Tur Ed Sheeran

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:19:32 WIB
Rapper Macklemore membuka rangkaian tur Free Palestine di Dublin, Irlandia.

JAWA TENGAH — Rapper Macklemore membuka rangkaian tur Free Palestine di Dublin, Irlandia, lebih dari sebulan setelah ia dicoret dari daftar penampil pembuka tur Ed Sheeran. Konser bertajuk kemanusiaan itu menghadirkan Hozier dan Kneecap di atas panggung, dengan seluruh keuntungan disumbangkan untuk badan amal pendukung Palestina.

Macklemore kembali menyuarakan dukungannya untuk Palestina lewat panggung konser. Penampilan di Dublin menjadi titik pembuka dari tiga rangkaian tur yang seluruh pendapatannya dialokasikan untuk lembaga kemanusiaan.

Di atas panggung, musisi bernama asli Ben Haggerty itu menyoroti bagaimana frasa "Free Palestine" diperlakukan oleh sebagian pihak. Ia menyebut dua kata itu kerap dianggap sebagai ancaman, bukan seruan kemanusiaan.

Pidato Lengkap di Atas Panggung

"Enam minggu lalu, hanya butuh dua kata. Dua kata yang berakar pada cinta dan pembebasan," ucap Macklemore, seperti diberitakan Variety, Senin (26/10).

"Itu bukan untuk menentang siapa pun, bukan memecah belah. Bukan seruan untuk kebencian. Tapi seruan untuk mengakui kemanusiaan kita bersama. Free Palestine! Saya bilang bebaskan Palestina!" lanjutnya.

Macklemore menilai sebagian orang lebih memilih membungkam frasa tersebut ketimbang menghadapi maknanya. "Namun, dua kata itu sangat mengancam beberapa orang. Mereka lebih suka membungkam dua kata itu daripada menghadapi apa arti sebenarnya," tuturnya.

Ia juga membandingkan perdebatan soal frasa itu dengan kondisi warga sipil di Gaza. Menurut Macklemore, keluarga-keluarga hancur dan orang tua terpaksa menarik anak-anak mereka dari balik puing bangunan. "Karena kebebasan yang menuntut penindasan orang lain bukanlah kebebasan sama sekali," ujarnya.

Donasi Rp15 Miliar dan Solidaritas Sesama Musisi

Selain menggelar tur, Macklemore merogoh kocek pribadi. Honor sebesar US$1 juta yang ia terima dari tur Ed Sheeran sebelumnya disumbangkan untuk tujuan serupa.

Pendepakan Macklemore dari tur Loop milik Ed Sheeran berakhir pada 14 September. Saat itu ia meneriakkan "Free Palestine" dalam dua hari pertunjukan berturut-turut di MetLife Stadium, New Jersey.

Aksi tersebut memicu protes, termasuk cibiran penyanyi Pink dan petisi boikot dari Dewan Amerika Israel (IAC). Kelompok itu mengecam sang rapper karena dianggap menyalahgunakan platform konser global untuk agenda politik sepihak.

Promotor Messina Touring Group beralasan mendapat tekanan dari sejumlah pemilik arena yang mengancam membatalkan sisa konser. Robert Kraft, pemilik Gillette Stadium di Massachusetts, disebut sebagai salah satu pihak yang menolak Macklemore dan mendesak pemilik stadion lain melakukan hal serupa.

Kraft kemudian mengumumkan bahwa dirinya dan Ed Sheeran akan menyumbangkan US$2 juta untuk bantuan kemanusiaan. Di sisi lain, sejumlah musisi pembuka lain seperti Finneas, Lukas Graham, dan Aaron Rowe, serta sebagian besar anggota band pengiring Sheeran, dilaporkan ikut mundur dari tur.

Ed Sheeran Akhirnya Buka Suara

Ed Sheeran menyebut pencoretan Macklemore sebagai keputusan promotor. Ia membela diri soal keengganannya bicara politik demi menjaga ruang aman bagi penonton yang beragam, terutama anak-anak.

"Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti saya tidak peduli," tulis Sheeran kala itu, yang justru menuai kecaman publik.

Kritik tersebut tampaknya mengubah sikap pelantun "Shape of You" itu. Pada pertunjukan di Philadelphia, perdana setelah mendepak Macklemore, Sheeran bersuara menyinggung konflik tersebut.

Ia menilai tragedi 7 Oktober di Israel sebagai hal yang mengerikan, tetapi juga mengutuk keras invasi militer yang terjadi selanjutnya. "Apa yang terjadi di Gaza adalah bencana dan tidak dapat dibenarkan, serta tidak proporsional," tegas Sheeran, yang turut menyoroti ketidakadilan sistematis di Tepi Barat.

Jadwal Tur Selanjutnya

Setelah Dublin, tur Free Palestine dijadwalkan berlanjut ke Paris pada Kamis (29/10) dan ditutup di London pada Jumat (30/10). Panggung Dublin sendiri turut diramaikan Hozier dan Kneecap.

Polemik di balik tur Ed Sheeran tidak menyurutkan langkah Macklemore. Justru sebaliknya, ia menjadikan tekanan yang diterimanya sebagai bahan bakar untuk memperluas gaung seruan kemanusiaan lewat jalur musik.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top