Chery Siapkan Moped Listrik Mirip Yamaha Vino, Harga Sekitar Rp5 Juta

Penulis: Yanto Prasetya  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:18:01 WIB
Chery memperoleh persetujuan produksi moped listrik berdesain mirip Yamaha Vino dengan perkiraan harga sekitar Rp5 juta.

JAWA TENGAH — Chery mendapat lampu hijau memproduksi moped listrik berdesain mirip Yamaha Vino, dengan perkiraan harga sekitar 2.000 yuan atau Rp5 juta. Kendaraan roda dua ini muncul dalam katalog produk terbaru Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT), menandai langkah awal pabrikan mobil asal Wuhu itu masuk pasar sepeda motor.

Persetujuan produksi moped listrik Chery tercatat dalam dokumen katalog MIIT yang dirilis pekan ini. Dokumen tersebut memperlihatkan skuter sederhana dengan satu motor listrik terpasang langsung di roda belakang, pola yang lazim disebut hub motor.

Desainnya menyerupai Yamaha Vino, skuter retro yang di pasar asalnya memakai mesin bensin 150 cc. Versi Chery sepenuhnya elektrik, tanpa emisi dan tanpa tangki bahan bakar.

Bukan Rancangan Baru, Bodi Sudah Beredar 20 Tahun

Moped listrik Chery tampaknya bukan hasil desain dari nol. Model serupa sudah beredar di pasar China hampir dua dekade, dipakai bersama oleh produsen besar maupun kecil untuk menekan biaya produksi.

Pola ini umum di segmen kendaraan listrik murah China. Produsen memakai komponen dan bodi yang sama, ditambah baterai timbal-asam yang lebih ekonomis dibanding baterai lithium.

Dengan harga sekitar Rp5 juta, pembeli mendapat motor listrik dengan kapasitas baterai di bawah 2 kWh. Jarak tempuh maksimalnya sekitar 50 km, cukup untuk mobilitas dalam kota jarak pendek.

Pasar Motor Tiruan Kian Terdesak Merek Premium

Motor listrik tiruan pernah mendominasi jalanan China. Pilihan desainnya beragam, mulai yang meniru Honda Zoomer, Yamaha Jog, sampai Vespa.

Kehadiran merek premium seperti Niu, Segway-Ninebot yang didukung Xiaomi, dan Zeeho milik CFMOTO mengubah lanskap. Produsen motor tiruan perlahan terdorong ke segmen kendaraan murah, bukan lagi penguasa pasar.

Chery belum mengumumkan harga resmi maupun spesifikasi lengkap moped listrik tersebut. Sejumlah sumber di China memperkirakan produk ini jadi batu loncatan bagi Chery untuk membiasakan diri dengan produksi kendaraan roda dua.

Dua Motor Cinnox Jadi Gambaran Seriusnya Chery

Langkah Chery ke roda dua bukan iseng. Divisi kendaraan komersial perusahaan memperoleh persetujuan pemerintah untuk memproduksi sepeda motor pada akhir September.

Di ajang teknologi di kantor pusat Wuhu, Chery memperkenalkan dua model di bawah merek Cinnox. Model pertama adalah skuter petualangan listrik murni dengan klaim jarak tempuh 150–200 km, bisa diisi ulang memakai pengisi daya kendaraan otomotif.

Model kedua bernama Grow C3, memakai teknologi extended-range electric vehicle (EREV). Chery menyebutnya sebagai motor penjelajah cerdas berbasis AI dengan pemanjang jarak tempuh pertama di dunia.

Grow C3 dirancang sebagai kendaraan pendamping berkemah dan dilengkapi fitur vehicle-to-load (V2L). Motor bisa memasok listrik ke perangkat elektronik eksternal, menggantikan fungsi generator saat aktivitas luar ruangan.

Peluang di Tengah Pasar Roda Dua China yang Masih Terbuka

Pasar otomotif China makin matang, dengan kekhawatiran kejenuhan pasar dan kelebihan kapasitas produksi. Kondisi berbeda berlaku di segmen roda dua.

Peralihan ke teknologi kendaraan energi baru (NEV) membuka ruang bisnis baru bagi produsen mobil. Chery memilih masuk lewat produk murah dulu, sebelum menyiapkan lini perakitan untuk model yang lebih canggih.

Bagi konsumen Indonesia, moped listrik Chery belum tentu masuk pasar lokal. Chery Indonesia sejauh ini fokus pada jajaran mobil penumpang, dan belum ada pernyataan resmi soal rencana menghadirkan motor listrik ke Tanah Air.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: otomotif.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top