604 Guru RA di Batang Terima Tunjangan Rp600 Ribu Setahun, IGRA Minta Pemkab Naikkan Mendekati UMR

Penulis: Xander Situmorang  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:16:31 WIB
Guru RA di Kabupaten Batang menerima tunjangan Rp600.000 per tahun.

BATANG — Tunjangan Rp600.000 per tahun itu diterima setiap guru RA yang tersebar di 128 lembaga di Kabupaten Batang. Nurhanah menyebut angka itu belum sebanding dengan beban kerja pendidik anak usia dini, sehingga kesejahteraan guru RA menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah daerah.

Harapan kenaikan tunjangan disampaikan langsung di hadapan Wakil Bupati Suyono dalam forum pelantikan pengurus IGRA Kabupaten Batang. Forum itu menjadi kesempatan bagi organisasi profesi guru RA untuk membuka pembicaraan dengan pemkab soal pembiayaan pendidikan.

Mengapa Tunjangan Guru RA Dinilai Belum Layak

Nurhanah menilai peningkatan kesejahteraan guru harus berjalan seiring dengan upaya memperkuat mutu pendidikan. Guru RA, menurutnya, memegang peran penting pada tahap awal perkembangan anak dan pembentukan karakter.

Namun kualitas pendidikan tidak cukup hanya bergantung pada kemampuan guru. Ketersediaan sarana dan prasarana juga menuntut dukungan pembiayaan yang memadai.

Karena itu, IGRA Kabupaten Batang berupaya membangun kolaborasi dengan Pemkab Batang untuk mendukung pengembangan lembaga RA. Dukungan tersebut diharapkan memperbaiki fasilitas pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran bagi anak-anak.

"Harapan kami bisa ikut disupport dari tunjangan yang sudah diberikan kepada guru RA, paling tidak mendekati UMR," ujar Nurhanah, Sabtu 17 Oktober 2026.

604 Guru di 128 Lembaga RA Jadi Basis Massa IGRA Batang

Jumlah guru yang dinaungi IGRA Kabupaten Batang mencapai 604 orang, tersebar di 128 lembaga RA. Sebaran itu menjadikan IGRA sebagai salah satu organisasi profesi pendidik dengan basis anggota terbesar di jenjang pendidikan anak usia dini di Batang.

Pelantikan pengurus IGRA tingkat kabupaten menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyampaian aspirasi anggotanya. Nurhanah memimpin jajaran pengurus yang dilantik dalam forum tersebut.

Pesan Wabup Suyono: Guru RA Diminta Cari Referensi di Luar Buku

Wakil Bupati Batang Suyono menekankan pentingnya guru RA terus mengembangkan wawasan dan metode pembelajaran. Ia mendorong para guru agar tidak hanya terpaku pada materi yang tersedia di buku pelajaran.

"Jangan hanya menyampaikan ilmu yang ada di dalam buku, tapi harus mencari referensi di luar buku karena anak-anak sekarang adalah anak-anak yang berpikiran global," kata Suyono.

Menurut dia, guru perlu memperkenalkan beragam pengetahuan untuk menambah wawasan dan kecerdasan anak. Suyono juga berharap pendidikan RA di Batang mampu membentuk anak-anak yang cerdas, tangguh, dan kreatif.

Permintaan kenaikan tunjangan dari IGRA belum mendapat tanggapan resmi soal besaran maupun jadwal pembahasan dengan pemkab. Pembicaraan lanjutan antara organisasi guru RA dan Pemerintah Kabupaten Batang akan menjadi penentu arah kebijakan kesejahteraan pendidik anak usia dini di daerah itu.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top