KARANGANYAR — Ahda Dhiyaurohman (18) tercatat sebagai satu dari tiga warga Desa Ngringo yang menjadi penumpang KM Virgo Transport 8. Dua penumpang lain dari desa yang sama adalah Jevon Joechelin Jothan (19) dan Aldo Nurahmansya (19).
Kapal tersebut dilaporkan tenggelam dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Hingga kini, keluarga di Karanganyar belum menerima kepastian mengenai kondisi maupun lokasi Ahda.
Nurul Bahri mengungkapkan bahwa komunikasi dengan tim medis kepolisian sudah berjalan. Dokter dari Polda Banjarmasin menghubunginya untuk keperluan persiapan tes DNA.
"Sudah dihubungi dokter Polda Banjarmasin untuk persiapan tes DNA. Dimintai data dan data sudah saya kasih. Sekarang tinggal menunggu tes DNA dan informasi lokasinya di mana," ujar Nurul, Senin (21/9/2026).
Menurut Nurul, seluruh berkas yang diminta telah diserahkan. Keluarga kini menunggu jadwal pengambilan sampel dan hasil pemeriksaan laboratorium.
Pj Kepala Desa Ngringo, Apri Linawati, menyatakan Ahda bersama keluarganya telah lama menetap di wilayah desa tersebut. Namun, pencatatan administrasi kependudukan mereka masih terdaftar di Kota Surakarta.
"Untuk keluarga Ahda sudah menetap di Desa Ngringo, namun belum pindah administrasi kependudukan," kata Apri.
Perbedaan domisili administratif itu tidak menghalangi pemerintah desa untuk mendampingi keluarga. Apri menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan keluarga korban dan instansi terkait.
Pemerintah Desa Ngringo memantau perkembangan pencarian dan proses identifikasi para penumpang KM Virgo Transport 8. Koordinasi dilakukan bersama keluarga ketiga warga Ngringo yang berada di kapal tersebut.
Informasi mengenai lokasi korban maupun hasil identifikasi masih ditunggu. Keluarga berharap proses tes DNA dapat segera rampung agar kepastian bisa diperoleh.
KM Virgo Transport 8 melayani rute Surabaya-Banjarmasin dan tenggelam pada 13 September 2026 dini hari. Pencarian serta identifikasi penumpang masih berlangsung hingga kini.