21 Pasangan Menikah Gratis di Nikah Maulid Kota Pekalongan, Peserta Tertua 55 Tahun

Penulis: Vino Bastian  •  Minggu, 20 September 2026 | 17:31:01 WIB

PEKALONGAN — Kabag TU Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan, Jaelani, menyatakan pelaksanaan Nikah Maulid 2026 yang bertepatan dengan 1448 Hijriah berjalan lancar. Kegiatan ini menjadi komitmen bersama untuk memberikan kemudahan bagi warga yang ingin menikah secara resmi.

Siapa Saja Peserta Nikah Maulid 2026?

Peserta Nikah Maulid berasal dari berbagai wilayah di sekitar Pekalongan. Jaelani merinci, peserta datang dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang.

Dari sisi usia, peserta memiliki rentang yang cukup beragam. Peserta tertua tercatat berusia 55 tahun, sedangkan peserta termuda berusia 19 tahun.

"Alhamdulillah berjalan lancar dan mudah-mudahan semua menjadi harapan yang terbaik bagi kita semuanya, agar kelak mereka menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmat, dunia dan akhirat," ujar Jaelani.

Gratis, Tanpa Biaya Sepeser Pun

Jaelani menegaskan seluruh rangkaian Nikah Maulid diberikan secara cuma-cuma kepada para peserta. Tidak ada biaya yang dipungut dalam prosesi pernikahan massal tersebut.

"Gratis, semuanya gratis, dan semuanya menjadi komitmen bersama sehingga menjadi kebaikan bagi kita," katanya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada para pasangan yang melaksanakan Nikah Maulid tahun 2026. Menurutnya, pernikahan massal ini diharapkan membawa kebaikan bagi para peserta dan keluarganya.

"Kami mengucapkan selamat kepada saudara-saudara kita yang melaksanakan Nikah Maulid tahun 2026, 1448 Hijriah," kata Jaelani.

Cerita Andre dan Melani

Salah satu pasangan peserta, Andre dan Melani, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan Nikah Maulid. Keduanya merasakan manfaat langsung dari pernikahan massal yang digelar tanpa biaya tersebut.

"Perasaan saya senang bisa ikut nikah massal," ujar Andre dan Melani.

Nikah Maulid menjadi program rutin Kanzus Sholawat Kota Pekalongan yang digelar bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi. Kegiatan ini membantu warga yang ingin menikah secara resmi tanpa terbebani biaya administrasi dan prosesi.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: beritajateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top