JAWA TENGAH — Menyampaikan ucapan duka bukan soal panjang-pendeknya kalimat, tapi ketepatan doa yang dibawa. Dalam Islam, ucapan belasungkawa disertai permohonan ampunan dan kesabaran untuk keluarga yang ditinggalkan. Berikut kumpulan contoh yang bisa langsung dipakai atau disesuaikan.
Jika yang meninggal laki-laki, sebut "almarhum" atau langsung namanya. Contoh: "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya."
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga almarhum mendapatkan husnul khatimah dan seluruh amal baiknya diterima oleh Allah SWT. Semoga keluarga diberikan kesabaran."
"Semoga Allah SWT melapangkan kubur almarhum, mengampuni kesalahannya, menerima amal shalihnya, dan memberikan kekuatan kepada keluarga dalam menghadapi kehilangan ini."
"Saya turut berduka atas wafatnya almarhum. Semoga Allah SWT merahmati beliau dan menempatkannya bersama orang-orang yang saleh. Semoga keluarga diberi ketabahan."
"Turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT mengampuni almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, dan memberikan ketenangan kepada keluarga yang ditinggalkan."
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah SWT memberikan rahmat kepada almarhum dan menjadikan kesabaran keluarga sebagai amal yang mendapatkan pahala."
Untuk yang meninggal perempuan, sesuaikan penyebutannya jadi "almarhumah". Contoh: "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya."
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga almarhumah mendapatkan husnul khatimah dan segala amal baiknya diterima oleh Allah SWT."
"Semoga Allah SWT melapangkan kubur almarhumah, mengampuni kesalahannya, dan memberikan tempat yang mulia di sisi-Nya. Semoga keluarga diberikan kesabaran dan keikhlasan."
"Saya turut berduka atas wafatnya almarhumah. Semoga Allah SWT merahmati beliau dan mengumpulkannya bersama orang-orang yang beriman dan saleh."
"Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian almarhumah. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik untuk beliau dan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan."
"Semoga Allah SWT menerima seluruh amal kebaikan almarhumah, mengampuni kekhilafannya, dan memberikan kekuatan kepada keluarga untuk menghadapi kehilangan ini."
Nabi Muhammad SAW pernah mencontohkan cara bertakziah, salah satunya saat memberikan dukungan kepada putrinya yang kehilangan anak. Riwayat Bukhari ini jadi dasar bahwa ucapan duka sebaiknya disertai doa dan kehadiran untuk menguatkan, bukan sekadar formalitas.
Tak harus panjang. "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah mengampuni almarhum/ almarhumah dan memberi keluarga kesabaran" sudah cukup menunjukkan empati, asal disampaikan dengan tulus.
Intinya, ucapan belasungkawa Islami yang baik selalu membawa dua hal: doa untuk yang berpulang dan penguatan untuk yang ditinggalkan. Pilih kalimat yang paling sesuai, sampaikan dengan tulus, dan jangan lupa hadir memberi dukungan nyata.