Bazar UMKM MTQ Nasional XXXI Semarang Putar Ekonomi Hampir Rp500 Juta per Hari

Penulis: Usman Harun  •  Selasa, 15 September 2026 | 07:16:01 WIB
Pengunjung mengamati produk UMKM pada Bazar MTQ Nasional XXXI 2026 di Lapangan Simpanglima, Semarang.

SEMARANG — MTQ Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang bukan sekadar ajang kompetisi seni baca Al-Qur'an. Kehadiran ribuan peserta, kafilah, pendamping, dan masyarakat membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dari berbagai daerah.

Peluang itu terlihat di Bazar UMKM MTQ Nasional XXXI 2026 yang digelar di Lapangan Simpanglima Semarang. Beragam produk unggulan daerah dipasarkan di sana, mulai dari kerajinan tangan, makanan olahan, hingga kuliner kekinian.

Omzet Pedagang Cokelat Magelang Tembus Rp2 Juta

Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampaknya adalah Martha Christina, pemilik usaha De'Imutz Choco asal Magelang. Ia mengaku telah membukukan omzet sekitar Rp2 juta sejak bazar dibuka.

"Sejak UMKM MTQ Nasional XXXI 2026 dibuka, kami sudah meraup omzet sekitar Rp2 juta dari penjualan cokelat bar dengan aneka varian rasa. Anak-anak cukup antusias datang melihat dan meramaikan gelaran MTQ ini," kata Martha, Senin (14/9/2026).

De'Imutz Choco membawa sejumlah produk cokelat dengan kombinasi rasa yang menjadi daya tarik pengunjung. Beberapa di antaranya cokelat pumpkin, cranberry, hingga cokelat kopi.

Menurut Martha, konsep penyajian dan pilihan rasa itu membuat produk mereka mudah menarik perhatian, khususnya pengunjung anak-anak.

"Ini yang bikin anak-anak mendekat," ujarnya.

Produk Papua Tengah Banjir Perhatian Pengunjung

Dampak ekonomi serupa dirasakan peserta pameran dari Papua Tengah. Sekretaris I Dekranasda Kabupaten Mimika, Lintje Siwabessy Paiman, mengatakan produk yang dibawa dari Papua mendapat respons positif sejak hari pertama pameran.

Tingginya antusiasme pengunjung sempat membuat pengelola stan kewalahan melayani calon pembeli.

Reporter: Usman Harun
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top