Pendaki Asal Rembang Meninggal di Gunung Muria Kudus, Sempat Mengeluh Sesak Napas di Pos 4

Penulis: Xander Situmorang  •  Selasa, 08 September 2026 | 12:16:01 WIB
Pendaki asal Rembang, Ahmad Alif, meninggal dunia setelah mengeluh sesak napas di Pos 4 Gunung Muria, Kudus.

KUDUS — Insiden terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di samping Petilasan Eyang Pandu, yang merupakan area Pos 5 jalur pendakian Puncak 29. Kapolsek Gebog AKP Siswanto membenarkan peristiwa nahas tersebut setelah menerima laporan dari rombongan korban.

Ahmad Alif merupakan warga Desa Sridadi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang. Ia mendaki gunung tersebut bersama lima orang rekannya, terdiri dari dua anggota Tim Vertical Rescue Indonesia (VRI) Rembang dan tiga pecinta alam lain yang mereka temui di lokasi.

Kronologi Jatuhnya Korban di Dekat Petilasan

Rombongan berangkat dari Rembang sekitar pukul 15.00 WIB dan tiba di basecamp Rahtawu dua setengah jam kemudian. Mereka baru mulai berjalan menuju puncak pada pukul 17.50 WIB.

Tanda bahaya pertama muncul saat rombongan tiba di Pos 4. Korban mengeluhkan dadanya terasa sesak, namun memilih melanjutkan perjalanan. Di tengah kegelapan menuju Pos 5, ia sempat berhenti untuk buang air besar dengan didampingi rekannya.

Sesampainya di Pos 5, Ahmad Alif duduk beristirahat bersama rombongan selama lima menit. Saat kembali berjalan, kondisinya mendadak lemas dan langsung terjatuh di samping petilasan.

Proses Evakuasi dan Penanganan Medis

Dua rekannya berlari menuruni gunung selama sekitar 30 menit untuk meminta pertolongan ke basecamp. Warga setempat bersama relawan kemudian bergerak ke lokasi dan mengevakuasi korban menggunakan sepeda motor sebelum dilarikan ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Petugas piket SPKT, Reskrim Polsek Gebog, serta Tim Inafis Polres Kudus langsung melakukan pemeriksaan setibanya korban di rumah sakit.

"Sekitar pukul 17.50 WIB, keenam pendaki mulai berjalan menuju Puncak 29," kata Siswanto.

Hasil Pemeriksaan: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Dokter UPT Puskesmas Gondosari dan Tim Inafis Polres Kudus tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya ditemukan lebam mayat yang merupakan bagian normal dari proses kematian.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban masih berada di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus untuk proses lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top