BANJARNEGARA — Rekor baru diraih dunia kepanduan Banjarnegara. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, dua pelajar asal daerah ini menembus seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2026. Keduanya adalah Zulfikar Al Habsy dan Sintiya Sahilatul Muna, yang resmi diterima Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana di Peringgitan Rumah Dinas Bupati pada Rabu (2/9/2026).
Berbeda dari pengiriman tahun-tahun sebelumnya yang hanya memberangkatkan satu wakil, kali ini Banjarnegara mengirim dua nama sekaligus. Bahkan, posisi Sintiya sebagai pembawa baki menjadikannya sorotan tugas khusus di upacara pengibaran bendera tingkat provinsi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banjarnegara, Izak Danial Aloys, menegaskan bahwa pencapaian dua pelajar ini merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan besar bagi daerah.
“Tahun 2026 ini untuk pertama kalinya dua Paskibraka Banjarnegara masuk di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ini merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi kita semua,” ujarnya di hadapan para orang tua dan pejabat setempat.
Ia menambahkan, pembinaan generasi muda yang selama ini berjalan akan terus dipacu. Target ke depan, kata Izak, jumlah pelajar Banjarnegara yang menembus level provinsi hingga nasional bisa bertambah lagi pada seleksi tahun berikutnya.
Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, mengapresiasi perjuangan Zulfikar dan Sintiya. Menurutnya, gemblengan fisik, mental, dan kedisiplinan selama pelatihan merupakan modal penting yang akan berguna di masa depan.
“Saya yakin perjuangan dan latihan yang dijalani akan membawa kebaikan untuk masa depan. Prestasi yang telah dicapai adalah tangga menuju kesuksesan, bukan alasan untuk sombong atau takabur. Gantungkan cita-cita setinggi langit,” pesannya saat menerima keduanya.
Pernyataan itu disampaikan Amalia bukan tanpa alasan. Ia berharap capaian ini menjadi pelecut semangat bagi pelajar Banjarnegara lain yang tengah menyiapkan diri mengikuti seleksi Paskibraka pada tahun-tahun mendatang.
Zulfikar Al Habsy mengaku bersyukur bisa menjalani seluruh rangkaian seleksi dan pelatihan hingga akhirnya dipercaya mengibarkan bendera Merah Putih di tingkat provinsi.
“Alhamdulillah, suatu kebanggaan dan kehormatan bisa menjalani perjuangan ini dengan baik dalam pengibaran bendera Merah Putih di tingkat Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya usai pertemuan.
Dukungan penuh juga mengalir dari pihak keluarga. Tabah Setiadi, ayah Zulfikar, berharap anaknya terus berkembang dan berprestasi hingga suatu saat bisa menembus level nasional.
Sementara itu, Sarmad, ayah Sintiya, hanya meminta doa agar putrinya menjadi anak yang baik, membanggakan kedua orang tua, dan mampu meraih cita-cita yang diimpikan.
Dengan keberhasilan dua pelajarnya, Banjarnegara kini menunggu nama Zulfikar dan Sintiya tampil dalam upacara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 17 Agustus 2026 mendatang.