JAWA TENGAH — Distributor resmi Suzuki di Brunei, Boustead, mengumumkan peluncuran kedua model tersebut pada Kamis (27/8). Momen ini sekaligus menjadi penanda 50 tahun perusahaan itu berkiprah sebagai distributor Suzuki di negara berpenduduk sekitar 450 ribu jiwa tersebut.
Alto dan Every hadir dengan mesin 660cc dan dimensi yang mengikuti pakem kei car Jepang, meski Brunei tidak menerapkan regulasi khusus seperti di negara asalnya itu. Keduanya merupakan produk impor dan tidak diproduksi di Indonesia.
Alto bertumpu pada basis hatchback mungil, sementara Every mengusung bentuk van kompak yang lazim dipakai untuk angkutan barang maupun penumpang jarak pendek. Keduanya mengusung mesin kecil 660cc yang menjadi ciri khas segmen kei car, efisien untuk penggunaan urban.
Menariknya, ini kali pertama Suzuki mengekspor model berukuran mini dari pabrik di luar Jepang. Pasokan kedua mobil ini datang langsung dari pabrik Pak Suzuki Motor Company di Pakistan, bukan dari fasilitas perakitan di Indonesia yang selama ini memproduksi model-model seperti Ertiga dan XL7.
Pilihan Pakistan sebagai basis ekspor menegaskan peran pabrik tersebut dalam strategi produksi global Suzuki, khususnya untuk kendaraan berukuran kompak. Sementara Indonesia selama ini lebih fokus memproduksi model MPV dan SUV yang sesuai dengan karakter pasar domestik serta permintaan ekspor ke kawasan lain.
Keputusan ini juga menjadi langkah baru Suzuki untuk memperluas jangkauan produk kei car di luar pasar domestik Jepang yang selama ini menjadi satu-satunya sumber produksi untuk segmen tersebut.
Boustead, yang berdiri sejak 1956 dan ditunjuk sebagai distributor Suzuki pada 1976, mengklaim penjualan rata-rata 1.200 unit per tahun dengan pangsa pasar 9,5 persen di Brunei. Dengan masuknya Alto dan Every, perusahaan berharap bisa memperkuat posisi di segmen kendaraan kecil yang mulai diminati masyarakat perkotaan di sana.
Penambahan dua model ini juga menjadi bagian dari perayaan setengah abad Boustead sebagai mitra Suzuki, yang menurut perusahaan akan terus dikembangkan seiring pertumbuhan permintaan.
Boustead tidak berhenti di mobil. Perusahaan menyatakan akan memulai penjualan sepeda motor Suzuki pada musim gugur tahun 2026, atau sekitar September. Pilihan yang disiapkan cenderung mengarah ke motor bergaya besar, seperti Hayabusa dan GSX-S1000GX.
Langkah ini menandai ekspansi bisnis Suzuki di Brunei yang sebelumnya hanya berkutat di roda empat. Masafumi Harano, Managing Officer and Executive General Manager, Automobile Marketing-Asia, Latin America and Oceania, Suzuki, dalam keterangan resminya menyebut pasar Brunei sebagai pasar pertumbuhan yang menjanjikan.
"Ini juga merupakan pasar pertumbuhan yang menjanjikan, di mana kami mengharapkan ekspansi bisnis lebih lanjut melalui pengenalan model berukuran mini yang diumumkan hari ini, serta sepeda motor yang menawarkan kegembiraan dan keseruan berkendara," ujar Harano.
Dengan masuknya Alto, Every, dan rencana sepeda motor, Suzuki tampaknya serius menjadikan Brunei sebagai pijakan untuk memperkuat kehadirannya di kawasan Asia Tenggara, khususnya di segmen kendaraan efisien bernilai jual tinggi.