JAWA TENGAH — Laga pembuka musim ini menjadi momen pembuktian bagi pelatih Johnny Jansen. Pertemuan dengan PSS Sleman mengulang kejadian Liga 1 2023/24, saat Bali United takluk 0-1 di kandang sendiri. Hasil pahit itu jelas tak ingin terulang di hadapan publik Gianyar.
Meski berstatus tim promosi, PSS Sleman datang dengan skuad yang berbeda. Pieter Huistra, yang sebelumnya menjabat direktur teknik, kini menangani tim dan membawa filosofi permainan menyerang. Super Elja bahkan memiliki 11 legiun asing, termasuk Gustavo Tocantins yang menjadi top skor tim dan duo bek Lucao serta Cleberson yang merupakan pemain lama sejak masih di Liga 2.
Setelah laga kandang, perjalanan berat menanti. Bali United bertandang ke Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, untuk menghadapi Isenmulang Kalteng FC pada Jumat (11/9/2026). Tim asuhan Ade Suhendra ini menjadi satu-satunya kontestan yang memakai pelatih lokal, dan ia membawa tiga legiun asing baru: Adriel Fernandez asal Bolivia, Modou Manneh dari Gambia, serta Leo Lelis asal Brasil.
Ancaman terbesar datang dari Adriel Fernandez yang diproyeksikan sebagai motor serangan Isenmulang. Lini tengah Bali United harus ekstra waspada terhadap kreativitas pemain asal Bolivia tersebut.
Penutup September menjadi tantangan paling berat. Bali United dijadwalkan melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9/2026). Pesut Etam finis sebagai runner-up Super League 2025/2026 dengan 79 poin, kalah head-to-head dari Persib Bandung yang menjadi juara.
Borneo FC melakukan perombakan besar, termasuk mengganti pelatih Fabio Lefundes dengan Mauro Jeronimo asal Portugal. Enam legiun asing baru direkrut, di antaranya bek tengah Cristian Matheus dan Iago Mendonça, gelandang Gabriel Oliveira, winger N Goma Kablan, serta penyerang Rodrigo Varanda dan Ruben Lopez Huesca alias Rubio.
Tiga laga ini akan menjadi ujian awal yang menentukan konsistensi Bali United di papan atas. Apalagi, dua laga tandang beruntun ke Kalimantan menguji ketahanan fisik dan mental skuad asuhan Johnny Jansen.