JAWA TENGAH - Cadangan mineral Indonesia yang melimpah — emas, tembaga, nikel — dikelola oleh perusahaan tambang berskala nasional maupun yang terhubung dengan jaringan korporasi global. Berikut rangkumannya.
PT Freeport Indonesia mengoperasikan tambang Grasberg di Mimika, Papua, salah satu tambang tembaga-emas terbesar dunia, dengan produksi 2023 mencapai 1,9 juta ons emas dan 1,6 miliar pon tembaga. Sejak 2018, 51,23% sahamnya dikuasai negara lewat PT Inalum. PT Amman Mineral Internasional Tbk mengelola tambang Batu Hijau di Sumbawa dengan produksi 2021 sekitar 23,9 juta ons emas.
PT Aneka Tambang Tbk sebagai BUMN mengelola emas, nikel, dan bauksit dari berbagai provinsi, termasuk Tambang Emas Pongkor di Jawa Barat. PT Merdeka Copper Gold Tbk mengoperasikan tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi, menghasilkan sekitar 1 juta ons emas hingga pertengahan 2023.
PT Thiess Contractors Indonesia merupakan bagian dari Grup CIMIC yang beroperasi di berbagai negara, membawa pengalaman global ke industri tambang lokal sejak 1972. PT Pama Persada Nusantara, anak usaha United Tractors, mendukung 38 perusahaan tambang di 17 lokasi operasi.
Selain menyumbang devisa lewat ekspor, industri tambang turut menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong program tanggung jawab sosial di sekitar wilayah operasional, mulai dari pendidikan hingga infrastruktur.
Apakah Freeport Indonesia masih berafiliasi dengan perusahaan asal Amerika?
Freeport-McMoRan asal AS tetap menjadi mitra operasional, namun sejak 2018 mayoritas kepemilikan saham sudah beralih ke pemerintah Indonesia lewat Inalum.
Kenapa perusahaan seperti Thiess disebut punya jaringan global?
Karena merupakan bagian dari Grup CIMIC yang beroperasi di berbagai negara, sehingga standar dan pengalaman operasionalnya diterapkan juga di Indonesia.