JAWA TENGAH — Kekalahan ini menjadi kekalahan perdana Djokovic sejak ia tersingkir di semifinal Wimbledon oleh Jannik Sinner pada 10 Juli lalu. Tampil pertama kali setelah hampir sebulan tanpa kompetisi, petenis asal Serbia itu tampak kesulitan menghadapi kondisi panas dan lembap di Ohio. Ia bahkan terlihat muntah di pinggir lapangan dan berlutut kehabisan tenaga di beberapa momen krusial.
Laga yang berlangsung selama dua jam 45 menit itu berjalan dramatis sejak pertengahan set kedua. Djokovic sempat memenangi game ketiga yang berlangsung 18 menit dengan menyelamatkan empat break point dari sembilan deuce, sebelum akhirnya memanggil fisioterapis.
"Ini kemenangan terbaik dalam karier saya. Saya benar-benar melakukan pekerjaan dengan baik di dalam lapangan. Saya mampu mengelola rasa gugup bermain melawan legenda seperti Novak," ujar Tirante usai laga.
Petenis Argentina itu akan menghadapi Martin Landaluce dari Spanyol pada babak ketiga. Kemenangan ini menjadi pencapaian terbesar dalam karier Tirante yang sebelumnya belum pernah mengalahkan pemain peringkat 10 besar dunia.
Kekalahan ini menjadi catatan buruk bagi Djokovic menjelang US Open yang akan bergulir mulai 30 Agustus mendatang. Ia sejatinya diunggulkan di posisi ketiga di Cincinnati setelah petenis nomor satu dunia Sinner mundur karena cedera lutut dan Carlos Alcaraz absen akibat masalah pergelangan tangan yang berkepanjangan.
Sementara itu, unggulan teratas Alexander Zverev dijadwalkan menghadapi petenis Inggris Cameron Norrie pada putaran kedua yang berlangsung dini hari nanti. Cincinnati Open tahun ini menjadi ajang pemanasan terakhir para petenis top sebelum grand slam terakhir musim ini digelar di New York.