JAWA TENGAH — Google secara resmi mengumumkan bahwa chip Tensor G6 untuk lini Pixel 11 diproduksi menggunakan proses 3nm dari TSMC. Pengumuman ini mematahkan rumor yang sempat beredar bahwa chip tersebut akan menjadi yang pertama menggunakan teknologi 2nm, yang seharusnya memberikan lompatan efisiensi daya dan performa signifikan.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Yu-chun Peng, VP of Hardware Google, dalam wawancara dengan media CNA. Dengan keputusan ini, Apple berpotensi besar menjadi vendor pertama yang memakai proses 2nm lewat chip A19 Pro di iPhone 18 Pro, mempertahankan dominasi mereka dalam hal efisiensi dan performa mentah.
Meski tidak memakai proses 2nm, Google tetap membeberkan sejumlah peningkatan pada Tensor G6. Klaim resminya mencakup kecepatan browsing web 25% lebih tinggi dan pembukaan aplikasi (app launch) 15% lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.
Untuk urusan AI, unit pemrosesan tensor (TPU) pada chip ini diklaim punya kemampuan komputasi 50% lebih besar. Ini menjadi modal utama untuk fitur-fitur kecerdasan buatan yang semakin menjadi inti dari pengalaman Pixel.
Google juga menyematkan chip keamanan Titan M3 yang sudah diupgrade, sesuai bocoran sebelumnya. Peningkatan lain ada pada Image Signal Processor (ISP) yang diklaim mendukung mode Night Sight terbaru dan kualitas digital zoom yang lebih baik.
Kabar buruknya, performa Tensor G6 mungkin masih belum bisa mengejar ketertinggalan dari kompetitor. Bocoran hasil Geekbench yang muncul sehari sebelum acara Made by Google menunjukkan skor single-core 2.112 dan multi-core 5.196.
Jika angka ini akurat, maka performa Pixel 11 sekitar 50% lebih lambat dari Galaxy S26 Ultra yang menggunakan chip terbaru Qualcomm. Ini bukan perbedaan kecil—ini jurang yang sangat dalam untuk kelas flagship di harga puluhan juta rupiah.
Perlu dicatat bahwa ini baru bocoran awal dan bisa jadi bukan hasil final. Tom's Guide, yang menjadi sumber informasi ini, menyatakan akan melakukan pengujian mandiri untuk memverifikasi apakah angka tersebut benar-benar mencerminkan performa asli perangkat atau sekadar anomali dari unit pra-produksi.
Keputusan Google untuk tetap di proses 3nm punya implikasi besar bagi konsumen yang sudah tidak sabar memesan Pixel 11. Jika performa mentah adalah prioritas utama, Pixel 11 jelas bukan pilihan terbaik di kelasnya.
Namun, keputusan pembelian tidak bisa hanya dilihat dari skor benchmark. Keunggulan Pixel selalu terletak pada pengalaman software yang bersih, fitur kamera berbasis komputasi yang unggul, dan integrasi AI yang mendalam—bukan pada angka mentah.
Bagi yang sudah terlanjur pre-order, ada baiknya menunggu hasil review independen dari reviewer lokal seperti Jagat Review atau GadgetIn. Mereka akan menguji apakah peningkatan 15% pada app launch terasa signifikan di penggunaan harian, atau justru kalah telak dari iPhone 18 Pro dan Galaxy S26 Ultra yang harganya bersaing ketat. Jangan terburu-buru mengeluarkan uang sebelum data real-world keluar.