Vaksin HPV untuk Anak SD: Cegah Kanker Serviks Sejak Dini lewat Program BIAS

Penulis: Usman Harun  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:56:31 WIB
Tenaga kesehatan dari Puskesmas Cilincing memberikan suntikan vaksin HPV kepada siswi di SDN 03 Cilincing, Jakarta Utara, dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

JAWA TENGAH — Jakarta, 11 Agustus 2026 — Tenaga kesehatan dari Puskesmas Cilincing terlihat sibuk memberikan suntikan vaksin HPV kepada para siswi di SDN 03 Cilincing, Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang bertujuan melindungi anak perempuan sejak dini dari risiko kanker serviks.

Langkah ini menjadi penting karena kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum menyerang perempuan di Indonesia. Dengan memberikan vaksin HPV sebelum anak memasuki usia aktif secara seksual, kekebalan tubuh mereka sudah terbentuk lebih awal.

Apa Itu Vaksin HPV dan Mengapa Perlu Diberikan ke Anak SD?

Vaksin HPV (Human Papillomavirus) adalah vaksin yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi virus HPV, penyebab utama kanker serviks. Virus ini umumnya menular melalui kontak kulit ke kulit dan aktivitas seksual.

Pemberian vaksin ini paling efektif dilakukan sebelum seseorang terpapar virus. Itulah mengapa anak perempuan usia sekolah dasar menjadi sasaran utama program imunisasi ini. Dengan kekebalan yang terbentuk sejak dini, risiko terkena kanker serviks di usia dewasa bisa ditekan secara signifikan.

Target 90 Persen dan Proses Penyuntikan di Sekolah

Pemerintah menargetkan cakupan imunisasi HPV untuk anak sekolah mencapai 90 persen. Untuk mencapai target tersebut, tenaga kesehatan mendatangi langsung sekolah-sekolah, seperti yang terlihat di SDN 03 Cilincing.

Proses penyuntikan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dari puskesmas setempat. Para siswi yang menjadi sasaran program BIAS akan menerima vaksin secara gratis, sehingga orang tua tidak perlu membawa anak ke fasilitas kesehatan secara mandiri.

Kapan Jadwal dan Siapa Saja yang Mendapatkan Vaksin?

Program BIAS biasanya dilaksanakan pada bulan tertentu di setiap tahun ajaran. Sasaran utamanya adalah siswi kelas 5 dan 6 sekolah dasar, atau anak perempuan berusia sekitar 11-12 tahun.

Namun, beberapa daerah mungkin memiliki kebijakan berbeda terkait usia dan jenjang kelas. Orang tua disarankan untuk memantau informasi resmi dari sekolah atau puskesmas setempat mengenai jadwal pelaksanaan imunisasi di wilayah masing-masing.

Apa yang Perlu Disiapkan Orang Tua?

Tidak ada persiapan khusus yang rumit. Pastikan anak dalam kondisi sehat saat hari penyuntikan. Jika anak sedang demam atau sakit, sebaiknya komunikasikan dengan petugas kesehatan di sekolah.

Setelah menerima vaksin, anak mungkin akan merasakan efek ringan seperti nyeri di area suntikan atau sedikit demam. Ini adalah reaksi normal yang akan hilang dengan sendirinya dalam satu hingga dua hari.

Perlindungan Jangka Panjang untuk Masa Depan Anak

Membiarkan anak mengikuti program vaksinasi HPV di sekolah adalah langkah preventif yang sangat berharga. Ini bukan hanya tentang memenuhi program pemerintah, melainkan investasi kesehatan untuk masa depan anak Anda.

Dengan cakupan imunisasi yang luas, diharapkan angka kejadian kanker serviks di Indonesia dapat menurun drastis di masa mendatang. Para ibu tidak perlu khawatir, karena vaksin ini telah teruji aman dan efektif.

Reporter: Usman Harun
Sumber: health.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top