DPD PAN Kudus Konsolidasi ke 9 Cabang Hadapi Pemilu 2029, Target Penuhi 4 Dapil

Penulis: Vino Bastian  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:02:31 WIB
Ketua DPD PAN Kudus Endang Kursistiyani memberikan sambutan dalam Rakerda I 2026 dan Muscab di Kudus, Senin (10/8/2026).

KUDUS — DPD PAN Kudus menargetkan perbaikan mesin partai secara menyeluruh setelah mengakui masih ada celah di struktur kepengurusan. Dari total empat daerah pemilihan (dapil) yang membawahi sembilan cabang, PAN Kudus baru memiliki struktur lengkap di tiga dapil. Hal ini menjadi pekerjaan rumah utama yang dibahas dalam Rakerda I 2026 dan Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar Senin (10/8/2026).

Ketua DPD PAN Kudus, Endang Kursistiyani, menegaskan konsolidasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis untuk memastikan partai hadir di seluruh lapisan masyarakat. Ia meminta seluruh kader untuk tidak berpuas diri dan bekerja lebih keras dalam memperkuat organisasi.

Kader Akar Rumput Jadi Garda Terdepan

Endang menyebut kader di tingkat ranting sebagai ujung tombak partai dalam membangun komunikasi langsung dengan warga. Instruksinya tegas kepada seluruh pengurus untuk merangkul kembali kader lama yang sempat vakum dan mengajak masyarakat yang belum bergabung.

”Bina komunikasi yang baik dengan para kader. Yang lama-lama kita rangkul kembali, kita ingatkan kembali, kita ajak berjuang,” ujarnya dalam sambutan yang dikutip panitia.

Menurut Endang, semangat kebersamaan ini menjadi modal penting. Ia mengingatkan bahwa slogan PAN ”Bantu Rakyat” harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar jargon di atas kertas.

“Jangan pernah sakiti rakyat. Berbuat apa pun, sedikit apa pun yang bermanfaat untuk rakyat di tempat saudara berada,” tegas Endang.

Modal Politik Pilkada dan Dukungan untuk Guru Swasta

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menilai PAN memiliki potensi besar menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan. Ia menyebut kemenangannya bersama Wakil Bupati Bellinda Birton pada Pilkada Kudus sebagai modal politik yang bisa dievaluasi untuk konsolidasi kader.

Sam’ani mendorong PAN tidak bersikap eksklusif dan mampu menjadi rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Ia juga meminta kader ikut mengawal program unggulan pemerintah daerah, salah satunya tunjangan kesejahteraan bagi guru swasta sebesar Rp1 juta per bulan yang menyasar sekitar 9.000 guru.

Selain itu, Pemkab Kudus memberikan dukungan token listrik untuk masjid dan musala, serta perlindungan gratis bagi 32.000 pekerja rentan. ”PAN tidak hanya harapan, tetapi juga memberi kenyataan. Kenyataan untuk berbakti kepada masyarakat, bagaimana memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan hadir,” pungkas Sam’ani.

Musran dan Evaluasi Struktur Jelang 2029

Untuk menuntaskan target empat dapil, DPD PAN Kudus akan melanjutkan konsolidasi melalui Musyawarah Ranting (Musran) di tingkat bawah. Proses ini diharapkan mampu mengisi kekosongan struktur sekaligus menjaring kader-kader potensial yang siap bertarung di kontestasi elektoral mendatang.

Penguatan di tingkat akar rumput dinilai krusial untuk membangun basis massa yang solid. Dengan struktur yang lengkap hingga ranting, PAN Kudus optimistis dapat meningkatkan perolehan suara dan memperluas representasi politik mereka di legislatif nanti.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top