Google Wallet Kini Punya Fitur Saldo Anak, Orang Tua Bisa Batasi dan Pantau Belanja

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:54:31 WIB
Orang tua dapat mengatur batas pengeluaran harian dan memantau riwayat transaksi anak melalui fitur saldo Google Wallet.

JAWA TENGAH — Google memperluas fungsionalitas Google Wallet dengan menghadirkan dukungan saldo aman untuk anak-anak. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan menanamkan kebiasaan finansial sehat sejak dini, sekaligus memberi kendali penuh bagi orang tua atas pengeluaran si kecil.

Kontrol Orang Tua: Batas Harian hingga Mode Jeda

Fitur ini dirancang dengan sejumlah mekanisme pengawasan. Orang tua dapat menentukan batas pengeluaran harian, memeriksa riwayat transaksi secara berkala, dan mengaktifkan notifikasi setiap kali anak melakukan pembayaran.

Jika perangkat anak hilang, akun bisa langsung dikunci atau dibuka kembali melalui panel kontrol orang tua. Tersedia pula opsi spending timeout yang memungkinkan pembayaran dijeda sementara kapan saja.

Cara Kerja dan Perangkat yang Didukung

Anak dapat memanfaatkan saldo tersebut untuk bertransaksi tap-to-pay di merchant mana pun yang menerima Google Pay. Pembayaran bisa dilakukan lewat ponsel Android maupun perangkat Wear OS—jam tangan pintar misalnya—tanpa memerlukan rekening bank atas nama anak.

Fitur ini merupakan pengembangan dari kebijakan tahun lalu, saat Google mulai mengizinkan orang tua di sejumlah negara menambahkan kartu pembayaran untuk anak dengan persetujuan tertulis. Setiap transaksi tetap memicu notifikasi email ke orang tua. Sebelumnya, anak juga sudah bisa mengakses tiket acara, kartu perpustakaan, dan kartu hadiah melalui Google Wallet.

Menyaingi Apple Cash Family dan Greenlight

Dengan pembaruan ini, Google Wallet bersaing langsung dengan Apple Cash Family yang sudah lebih dulu menawarkan fitur serupa: kirim uang ke anak, pantau transaksi, dan atur kontrol belanja dari perangkat iOS. Google juga mengarahkan bidikan ke layanan khusus literasi keuangan anak seperti FamZoo dan Greenlight yang beroperasi dengan sistem kartu debit prabayar.

Perbedaan utamanya, pendekatan Google tidak membutuhkan kartu fisik atau rekening bank terpisah. Semua berjalan di dalam ekosistem Google Wallet yang sudah tertanam di perangkat Android.

Ketersediaan: Masih Terbatas di AS

Peluncuran fitur ini baru berjalan di Amerika Serikat. Google belum mengumumkan jadwal perluasan ke wilayah lain, termasuk Asia Tenggara. Pengguna Android di Indonesia yang ingin mencoba fitur serupa masih harus menunggu kepastian dari pihak perusahaan.

Bagi orang tua yang ingin mengajarkan literasi finansial tanpa memberikan akses penuh ke rekening bank, fitur ini menjadi opsi yang patut dipertimbangkan—setidaknya bagi mereka yang berada di pasar AS. Untuk pasar domestik, opsi serupa bisa ditemukan pada layanan dompet digital lokal yang punya fitur kartu virtual untuk anak, meski dengan mekanisme kontrol yang berbeda.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top