SOLO — Sebanyak 200 pengemudi ojek online dan relawan pengatur lalu lintas mendapat layanan servis kendaraan serta pemeriksaan kesehatan gratis dari Polresta Solo. Mereka yang terdiri dari 100 ojol dan 100 Supeltas ini juga menerima bantuan sosial dalam kegiatan bertajuk Bhakti Presisi tersebut.
Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Dhayita Daneswari, menyebut kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dengan komunitas yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan pengguna jalan.
Menurut Dhayita, kedua komunitas tersebut memiliki kontribusi nyata dalam mendukung kelancaran mobilitas warga. Karena itu, Polresta Surakarta berupaya membangun komunikasi yang lebih erat dengan mereka.
"Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Selain memberikan bantuan, kami juga ingin memperkuat hubungan baik dengan komunitas ojol dan Supeltas," kata Dhayita.
Ia menambahkan, sinergi yang terjalin antara Polri dan masyarakat diharapkan mampu menjaga situasi keamanan serta ketertiban di Kota Surakarta.
Ketua Garda Solo Raya, Bambang Wijanarko, mengungkapkan bahwa perawatan kendaraan menjadi salah satu pengeluaran rutin yang cukup memberatkan para pengemudi ojol. Sebab, sepeda motor merupakan sumber penghasilan utama mereka.
"Servis gratis seperti ini sangat membantu teman-teman ojol karena kendaraan adalah sumber penghasilan kami. Ditambah pemeriksaan kesehatan dan bantuan sosial, tentu sangat bermanfaat," ujar Bambang.
Ia berharap program serupa dapat diadakan secara berkala. Menurutnya, dampak ekonomi yang dirasakan pengemudi sangat nyata, di samping hubungan kemitraan dengan aparat kepolisian yang semakin erat.
"Kami siap terus bersinergi dengan Polri untuk menjaga Kota Surakarta tetap aman dan kondusif. Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin," tandasnya.