Imunisasi HPV Gratis untuk Anak Jogja: Target 3.146 Siswa dan Jadwal Pelaksanaan

Penulis: Yanto Prasetya  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 08:10:31 WIB
Dinas Kesehatan Kota Jogja menargetkan 3.146 anak menerima vaksin HPV gratis dalam Bulan Imunisasi Anak Sekolah sepanjang Agustus 2026.

JAWA TENGAH — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja menargetkan sebanyak 3.146 anak menerima vaksin Human Papillomavirus (HPV) dalam Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang berlangsung sepanjang Agustus 2026. Program ini merupakan langkah perlindungan terhadap infeksi virus penyebab kanker serviks dan beberapa jenis kanker lainnya.

Siapa Saja yang Mendapatkan Vaksin HPV Gratis?

Imunisasi diberikan kepada anak perempuan kelas 5 SD dan kelas 6 SD yang belum pernah mendapatkan vaksin HPV sebelumnya. Yang baru tahun ini, anak laki-laki kelas 5 SD juga menjadi sasaran program.

Pelaksanaan dilakukan di berbagai satuan pendidikan, mulai dari SD, MI, pondok pesantren, PKBM, SKB, hingga Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Jadwal penyuntikan disusun berdasarkan koordinasi antara puskesmas dan masing-masing sekolah.

Biaya Vaksin HPV: Gratis untuk Sasaran yang Ditentukan

Kepala Seksi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular, dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja, dr. Endang Sri Rahayu, menegaskan vaksin HPV diberikan tanpa dipungut biaya kepada seluruh kelompok sasaran. "Ini bukan gratis dalam arti tidak ada biaya, tetapi biayanya ditanggung pemerintah untuk sasaran yang telah ditetapkan," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Sebagai perbandingan, harga vaksin HPV di fasilitas kesehatan swasta berkisar Rp900.000 hingga Rp1 juta per dosis. Program pemerintah ini dinilai sangat membantu masyarakat memperoleh perlindungan terhadap penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

Edukasi Jadi Tantangan Utama, Bukan Ketersediaan Vaksin

Menurut dr. Endang, tantangan terbesar program ini bukan lagi ketersediaan vaksin, melainkan pemahaman masyarakat. "Yang paling penting adalah edukasi. Edukasi itu tidak cukup sekali atau dua kali. Harus terus-menerus dilakukan supaya masyarakat memahami bahwa imunisasi diberikan kepada anak yang sehat untuk mencegah penyakit," jelasnya.

Ia mengungkapkan masih banyak anggapan keliru di masyarakat, termasuk bahwa vaksin HPV bisa menyebabkan kemandulan. Berbagai penelitian telah membuktikan vaksin ini aman dan tidak berkaitan dengan infertilitas maupun penyakit autoimun.

Bagaimana Jika Anak Tidak Bisa Ikut Imunisasi di Agustus?

Dinkes Kota Jogja akan melakukan penyisiran (sweeping) hingga September 2026 bagi anak yang belum mendapat vaksin karena sakit atau berada di luar kota. "Kalau Agustus masih ada yang belum mendapatkan imunisasi karena sakit atau alasan lain, nanti akan disusulkan sampai September," kata dr. Endang.

Untuk mendukung kelancaran program, sekolah dan puskesmas melakukan sosialisasi kepada orang tua sebelum pelaksanaan. Sekolah juga mengimbau siswa sarapan dan membawa air minum sebelum menerima vaksin.

Mengapa Vaksin HPV Penting untuk Anak?

Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus kanker serviks tertinggi di kawasan Asia Tenggara. "Justru mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Biaya pengobatan kanker serviks sangat besar, apalagi jika baru diketahui pada stadium lanjut," tegas dr. Endang.

Vaksin HPV diberikan kepada anak yang sehat untuk membentuk kekebalan komunitas. Cakupan imunisasi yang tinggi akan melindungi masyarakat dari risiko kanker di kemudian hari.

Orang tua bisa berkonsultasi dengan puskesmas atau sekolah untuk informasi jadwal imunisasi di satuan pendidikan masing-masing. Perlindungan terbaik untuk anak dimulai dari langkah pencegahan sejak dini.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top