Ketepatan Waktu Keberangkatan KA di Daop 4 Semarang Capai 99,45 Persen pada Semester I 2026

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 07:31:31 WIB
Ketepatan waktu keberangkatan kereta api di wilayah Daop 4 Semarang mencapai 99,45 persen pada semester I 2026.

SEMARANG — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang mencatatkan kinerja operasional yang nyaris sempurna pada paruh pertama tahun ini. Dari total 34 perjalanan KA penumpang yang melintas di berbagai stasiun wilayah Daop 4, tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,45 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa hampir seluruh perjalanan kereta berangkat sesuai jadwal yang telah ditentukan. Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyebut capaian tersebut sebagai bukti nyata komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

"Capaian ini menjadi bukti komitmen KAI dalam menghadirkan pelayanan terbaik kepada pelanggan," kata Luqman Arif di Semarang, Senin.

Disiplin Operasional dan Pemeliharaan Jadi Kunci

Menurut Luqman, tingginya persentase ketepatan waktu tidak terlepas dari koordinasi dan disiplin operasional di seluruh lini yang berjalan dengan baik. Faktor pendukung lainnya adalah pemeliharaan sarana dan prasarana perkeretaapian yang dilakukan secara rutin.

Daop 4 Semarang juga memanfaatkan sistem pemantauan secara real-time untuk memonitor kondisi lintasan. Dengan sistem ini, potensi hambatan di jalur dapat dideteksi dan ditangani sejak dini sebelum mengganggu jadwal perjalanan.

Dampak bagi Penumpang: Kepastian Aktivitas dan Perjalanan Lanjutan

Ketepatan jadwal yang semakin presisi memberikan manfaat langsung bagi para pengguna jasa kereta api. Luqman menambahkan, hal ini membantu pelanggan dalam menciptakan kepastian perencanaan aktivitas maupun perjalanan lanjutan.

"Ketepatan waktu tidak hanya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan pengalaman perjalanan yang lebih baik," ujarnya.

Meski ketepatan keberangkatan hampir sempurna, angka ketepatan waktu kedatangan yang mencapai 95,83 persen masih menyisakan ruang perbaikan. Selisih sekitar 3,6 persen antara keberangkatan dan kedatangan menunjukkan adanya faktor eksternal di lintasan yang masih perlu diantisipasi, seperti kondisi cuaca atau gangguan teknis di perjalanan.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: jateng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top