Pencarian

Synchronize Fest 2026 Usung Kembali Tagline "It's a Movement" di Tahun ke-11

Rabu, 30 September 2026 • 19:48:01 WIB
Synchronize Fest 2026 Usung Kembali Tagline
Synchronize Fest 2026 kembali mengusung tagline "It's not just a festival, it's a movement" pada penyelenggaraan tahun ke-11.

JAWA TENGAH — Synchronize Fest 2026 kembali mengangkat tagline "It's not just a festival, it's a movement" saat memasuki penyelenggaraan tahun ke-11. Tagline yang pertama kali digaungkan sejak gelaran perdana itu dihadirkan lagi sebagai refleksi perjalanan festival selama satu dekade terakhir. Director Synchronize Fest, David Karto, menyebut momen ini sebagai waktu untuk kilas balik sekaligus menyempurnakan sepuluh perayaan yang sudah berjalan.

Keputusan mengembalikan tema tersebut diumumkan langsung oleh David Karto saat ditemui Medcom.id di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 30 September 2026. Menurutnya, satu dekade perjalanan Synchronize Fest membuat pihaknya perlu menengok lagi semua pergerakan yang sudah dilakukan.

"Kenapa tahun ini kita mengembalikan tema 'It's not just a festival, it's a movement'. Setelah perayaan satu dekade, kita merasa harus kilas balik dan mengingat semua pergerakan kita," tutur David Karto.

Ia menambahkan, evaluasi itu jadi dasar untuk membenahi penyelenggaraan ke depan. David menyebut pihaknya ingin belajar kembali dari sepuluh tahun terakhir dan menilai situasi yang ada sekarang sudah tepat untuk mengangkat lagi semangat yang sama.

Penonton Kini Diisi Generasi Lebih Muda

Perubahan komposisi penonton jadi salah satu alasan tema lama itu dihidupkan lagi. Direction of Communication Synchronize Fest, Aldila Karina, menyebut festival ini sekarang didominasi generasi yang jauh lebih muda, termasuk mereka yang pada 2016 belum pernah datang ke Synchronize Fest.

"Saat ini Synchronize Festival didominasi dengan generasi yang jauh lebih muda, di mana mereka kala itu di tahun 2016 itu belum pernah datang ke Synchronize Festival. Sehingga kami membawa tema tersebut sebagai pengingat dan meneruskan message dari kenapa festival ini dibuat," ujar Aldila.

Bagi Aldila, pengangkatan tema itu bukan pengulangan tanpa alasan. Ia menyebutnya sebagai penanda dan pengingat untuk generasi muda bahwa festival ini lahir dengan maksud tertentu sejak awal.

Lahir dari Kegelisahan soal Sekat Genre

Synchronize Fest bermula dari keresahan terhadap festival musik yang kala itu masih memisahkan penonton maupun musisi berdasarkan genre. Aldila menyebut kegelisahan itu yang mendorong hadirnya ruang pertemuan berbagai jenis musik dalam satu panggung.

"Kami satukan semua genrenya di Synchronize, itu sebabnya namanya Synchronize Festival. Sekarang di saat semua sudah bersatu, friksi sosial selalu ada dan kita jadikan Synchronize Festival sebagai perayaan persatuan," kata Aldila.

Ia menegaskan tidak ada lagi klasifikasi antara musisi komersil dan bawah tanah di festival ini. Semua lapisan dipertemukan dalam satu perayaan yang sama.

Pertunjukan Spesial Lintas Skena

Synchronize Fest 2026 menyiapkan sejumlah pertunjukan khusus dengan konsep dan setlist yang dirancang berbeda dari format reguler. Konser Musikal Senja Teduh Pelita mempertemukan Maliq & D'Essentials dengan Jakarta Movin, sementara Perunggu membawakan materi dari album Dalam Dinamika.

Project Pop juga tampil dengan pertunjukan khusus untuk merayakan 30 tahun perjalanan mereka. Sejumlah kolektif akar buruh turut hadir mempertemukan musisi dari lintas generasi.

Dari skena reggae, Reggae Gang menyatukan Day Afternoon, Dhyo Haw, Momonon, Sejedewe, Uncle Djink & Fahmi Aziz, serta Varid Putra Mbah Surip. Skena emo diwakili Emo Revival yang menghadirkan Alone At Last, Friends of Mine, Killed By Butterfly (2006 Era), Killing Me Inside Re:Union, Side-B (Thirteen 2009 Era), dan The Side Project.

Musisi Populer dari Berbagai Generasi

Selain penampilan kolaboratif dan reuni, Synchronize Fest 2026 tetap mengisi panggungnya dengan musisi populer dari berbagai generasi. Ragam warna musik yang ditawarkan mencakup pop, rock, indie, dangdut, hingga elektronik.

Kembalinya tagline lama ini menandai posisi Synchronize Fest sebagai salah satu festival musik tahunan dengan perjalanan terpanjang di Indonesia. Penyelenggaraan tahun ke-11 sekaligus jadi titik uji apakah semangat persatuan yang dibawa sejak awal masih relevan bagi penonton barunya.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks