Pencarian

Diskan Jepara Bantah Isu Gagal, Progres Budidaya Rumput Laut Karimunjawa Tembus 50 Persen dengan Target 300 Ton

Senin, 28 September 2026 • 07:17:01 WIB
Diskan Jepara Bantah Isu Gagal, Progres Budidaya Rumput Laut Karimunjawa Tembus 50 Persen dengan Target 300 Ton
Kepala Dinas Perikanan Jepara Muh Tahsin menyatakan program modeling budidaya rumput laut di Karimunjawa belum memasuki masa panen.

JEPARA — Kepala Dinas Perikanan Jepara Muh Tahsin menyatakan program modeling budidaya rumput laut di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, belum memasuki masa panen. Pembangunan kawasan pembesaran masih berjalan dan progresnya sudah melampaui 50 persen.

Program yang berjalan pada 2026 itu merupakan hibah murni dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kawasan modeling ini bukan lahan baru, melainkan revitalisasi area budidaya yang sebelumnya sudah dimanfaatkan warga setempat.

Berapa Luas Kawasan dan Bibit yang Sudah Disalurkan?

Program ini mencakup Kebun Bibit Rumput Laut (KBRL) seluas 4,5 hektare dan kawasan pembesaran seluas 45 hektare. Bibit yang telah disalurkan ke KBRL mencapai 5,5 ton, sementara kebutuhan untuk kawasan pembesaran direncanakan 28,8 ton.

Penanaman awal di KBRL dilakukan pada Agustus 2026. Bibit yang ditanam kini masih dalam proses pemencaran atau pengembangan. Adapun bibit di kawasan pembesaran masih menjalani tahap adaptasi karena pembangunan kawasan belum sepenuhnya rampung.

Mengapa Tahsin Membantah Isu Kegagalan Program?

Tahsin membantah informasi yang menyebut program modeling tersebut gagal dan menyebabkan kerugian bagi masyarakat maupun kematian bibit.

"Bilamana ada isu-isu modelling gagal, kerugian di masyarakat dan bibit mati, tidaklah benar, karena pembangunan masih berproses," ujarnya.

Menurut dia, bibit yang mengalami kerusakan berada di kawasan pembesaran yang sampai sekarang masih dalam tahap pembangunan. Bibit tersebut juga masih berada dalam fase adaptasi.

Bantuan Sarana Budidaya dari KKP

KKP menyalurkan sejumlah sarana budidaya untuk mendukung program ini. Bantuan meliputi 40 unit kerangka budidaya atau frame KBRL berukuran 25 x 50 meter dan 90 unit kerangka budidaya kawasan pembesaran berukuran 50 x 100 meter.

Selain itu, terdapat satu rumah ikat, satu rumah pengering, tiga perahu panen, serta enam perahu tanam. Seluruh sarana tersebut digunakan untuk mendukung enam kelompok pembudidaya.

Upah Warga Lokal dan Target Produksi 300 Ton

Pelaksanaan program melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Tahsin menyebut biaya penanaman dan pemasangan kerangka budidaya sebesar Rp15 ribu setiap 25 meter, dengan rincian Rp10 ribu untuk penanaman dan Rp5 ribu untuk pemasangan.

Pemasangan klip pada tali ris sepanjang 12,5 meter dikenakan biaya Rp4 ribu. Pekerjaan pemasangan kerangka budidaya, pasak besi, hingga kebutuhan lainnya dikerjakan dengan tenaga kerja yang mayoritas berasal dari warga lokal.

Hingga kini, bantuan bibit dari KKP tersebut belum menghasilkan panen. Program modeling itu ditargetkan mampu menghasilkan sedikitnya 300 ton rumput laut.

"Target produksi rumput laut dari bantuan tersebut dapat mencapai minimal 300 ton," ujarnya.

Penggunaan lahan modeling didasarkan pada kerja sama antara pembudidaya dengan Balai Taman Nasional Karimunjawa.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks