JAWA TENGAH — Anker merilis MagGo 2 Pro, power bank 10.000mAh dengan wireless charging Qi2 hingga 25W yang dilengkapi kipas pendingin internal. Perangkat ini diklaim mampu menjaga suhu di bawah 36 derajat Celsius selama pengisian nirkabel berlangsung. MagGo 2 Pro sudah tersedia di Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman dengan harga mulai USD 109,99 atau sekitar Rp1,8 jutaan.
Anker memperkenalkan MagGo 2 Pro, power bank 10.000mAh yang mendukung pengisian nirkabel Qi2 hingga 25W. Kipas internal menjadi pembeda utama perangkat ini dari power bank wireless lain di pasaran. Panas berlebih memang jadi masalah klasik ketika daya yang dihantarkan semakin besar.
Spesifikasi dan Sistem Pendingin MagGo 2 Pro
Untuk menekan suhu, Anker membenamkan kipas internal, dua ventilasi udara, serta tiga lapisan graphene di dalam bodi MagGo 2 Pro. Kombinasi itu diklaim menjaga suhu tetap di bawah 36 derajat Celsius saat digunakan mengisi daya secara nirkabel.
Selain wireless charging, tersedia port USB-C dengan output hingga 45W. Layar bawaan menampilkan informasi daya yang sedang digunakan, kondisi baterai, hingga mode pengisian yang aktif.
MagGo 2 Pro juga bisa mengenali merek ponsel yang terhubung dan menyesuaikan daya secara otomatis. Tujuannya agar proses pengisian berjalan lebih aman untuk perangkat yang ditempelkan.
Desain, Bobot, dan Dukungan Perangkat
Perangkat ini punya kickstand bawaan untuk menopang ponsel saat mengisi daya. Dimensinya 2,79 x 4,14 x 0,7 inci dengan bobot sekitar 218 gram. Anker menyediakan opsi warna yang senada dengan iPhone 18 Pro Series, termasuk Burgundy, karena seri tersebut sudah mendukung wireless charging 25W.
Harga dan Ketersediaan di Pasar Global
MagGo 2 Pro sudah dijual di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman. Harganya dibanderol mulai USD 109,99 atau sekitar Rp1,8 jutaan di AS. Belum ada informasi apakah power bank dengan kipas pendingin ini bakal resmi masuk ke pasar Indonesia.
Konteks Pasar Power Bank Wireless di Indonesia
Kategori power bank magnetik di Indonesia masih didominasi produk dengan daya 15W ke bawah. Kehadiran perangkat 25W berpendingin aktif seperti MagGo 2 Pro menunjukkan arah industri ke pengisian nirkabel berdaya besar. Kendalanya, dukungan Qi2 di ponsel yang beredar di pasar lokal belum merata.
Bagi pelaku bisnis digital, perangkat semacam ini relevan untuk mobilitas tinggi tanpa akses colokan. Namun keputusan Anker membawa MagGo 2 Pro ke Indonesia akan bergantung pada kesiapan ekosistem Qi2 dan daya serap pasar premium.