JAWA TENGAH — Data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (18/8/2026) pukul 09.28 WIB mencatat saham TINS diperdagangkan di level Rp 3.910 per saham. Posisi ini menjadi level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, seiring dengan derasnya aliran dana asing yang masuk ke saham produsen timah milik negara tersebut.
Aliran Dana Asing Paling Deras di Pasar Reguler
Dalam periode satu bulan terakhir, TINS tercatat sebagai saham dengan pembelian bersih asing terbesar di pasar reguler. Nilainya mencapai Rp 977,72 miliar, mengungguli saham-saham berkapitalisasi besar lainnya di bursa.
Fenomena ini menunjukkan keyakinan investor global terhadap prospek emiten pertambangan, khususnya di tengah dinamika pasokan komoditas timah dunia yang sedang mengalami pengetatan.
Prospek Bisnis di Tengah Ketatnya Pasokan Global
Akumulasi saham TINS tidak terlepas dari fundamental bisnis perusahaan yang masih solid. Industri timah global saat ini tengah menghadapi tekanan pasokan, sementara permintaan dari sektor elektronik dan energi terbarukan terus meningkat.
Kondisi ini memberikan ruang bagi TINS untuk mempertahankan kinerja operasionalnya. Sebagai salah satu produsen timah terbesar di dunia, perseroan dipandang akan menjadi salah satu penerima manfaat utama dari situasi tersebut.
Kinerja Harga dalam Tiga Bulan Terakhir
Performa saham TINS dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tren positif yang konsisten. Berikut pergerakannya berdasarkan data BEI:
- Harga terkini: Rp 3.910 per saham
- Pertumbuhan sebulan terakhir: +9,52 persen
- Pertumbuhan year to date: +25,72 persen
Lonjakan ini menjadikan TINS sebagai salah satu saham dengan kinerja terbaik di sektor pertambangan sepanjang tahun berjalan.
Koreksi wajar dapat terjadi kapan saja setelah penguatan yang signifikan. Investor tetap perlu mencermati perkembangan harga komoditas timah global dan kebijakan ekspor dari negara produsen lain sebelum mengambil keputusan.