Pencarian

Gus Itab Bantah Suara PPP Wonosobo Anjlok di Pemilu 2024, Beberkan Data Kenaikan Suara dan Sebut Pencopotannya Tidak Fair

Rabu, 17 Juni 2026 • 23:13:01 WIB
Gus Itab Bantah Suara PPP Wonosobo Anjlok di Pemilu 2024, Beberkan Data Kenaikan Suara dan Sebut Pencopotannya Tidak Fair
Gus Itab menunjukkan data kenaikan suara PPP Wonosobo pada Pemilu 2024.

WONOSOBO — Gus Itab menegaskan bahwa tuduhan penurunan suara sebagai alasan pencopotan dirinya dari jabatan Ketua DPC PPP Wonosobo sangat mengada-ada. Ia membeberkan data perbandingan perolehan suara partai di daerahnya yang justru menunjukkan tren positif.

Data Bantah Klaim Anjlok: Suara Naik 3.007, Kursi Berkurang karena Incumbent Tumbang

Gus Itab menyebut, selain suara legislatif yang naik, di Pilkada 2024 paslon Gus Itab-Sidqi juga meraup 13.425 suara, lebih besar dari perolehan suara PPP di pemilu legislatif. “Tidak benar jika dikatakan perolehan PPP Wonosobo di Pemilu 2024 anjlok,” bebernya.

Perihal berkurangnya kursi DPRD Wonosobo dari tiga menjadi dua, Gus Itab menjelaskan bahwa itu bukan karena penurunan suara partai, melainkan kegagalan tiga calon anggota legislatif incumbent mempertahankan kursi di dapilnya. Justru dua kursi yang didapat PPP berasal dari kader pendatang baru, yaitu Ma'arif dan Husnul Majazi. “Humam Hasani, Udik Ridawan, dan Muhammad Farid, kursinya tumbang,” tegasnya.

Pencopotan Dinilai Tidak Fair, Gus Itab Soroti Evaluasi Sepihak

Gus Itab menilai tidak fair jika pencopotan dirinya didasarkan pada alasan penurunan suara dan kursi. Ia menyebut penurunan kursi PPP juga terjadi di tingkat provinsi, dari 9 kursi menjadi 6 kursi di DPRD Jawa Tengah pada Pemilu 2024. “Saat itu, Suyono menjabat sebagai Sekretaris DPW PPP Jateng. Penurunan suara dan kursi PPP juga berlaku secara nasional,” tandasnya.

Ia mengaku tidak mengetahui alasan sebenarnya mengapa dirinya tidak diberi SK sebagai Ketua DPC PPP Wonosobo untuk periode keduanya. Gus Itab heran karena Ketua DPW PPP Jateng Suyono, yang melakukan evaluasi, tidak pernah turun ke bawah untuk melakukan konsolidasi partai. “Intinya bahwa DPP dan DPW PPP Jateng tidak suka pada saya menjadi Ketua DPC PPP Wonosobo tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.

Proses Muscab Legal, Kader Kecewa hingga Segel Kantor DPC

Menurut Gus Itab, keterpilihannya sebagai Ketua DPC PPP Wonosobo di periode kedua telah melalui proses yang legal sesuai AD/ART PPP, mulai dari usulan PAC, Muscab, hingga dipilih Tim Formatur. Muscab tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Ketua DPW PPP Jateng, Suyono. “Jadi kurang apa saya ini. Semua proses sudah dilalui,” ujarnya.

Menyinggung soal penggembokan dan pensegelan Kantor DPC PPP Wonosobo, Gus Itab mengaku hal itu tidak dilakukan oleh dirinya. Penutupan kantor dilakukan secara spontan oleh kader dan Satgas GPK yang kecewa dengan keputusan DPP PPP dan DPW PPP Jawa Tengah yang tidak mengakomodasi hasil Muscab.

Ia pun mendesak DPP dan DPW PPP untuk melakukan introspeksi dan evaluasi diri atas keterpurukan partai secara nasional. “Jangan hanya karena kepentingan elit, kader partai di bawah yang dikorbankan,” tandasnya.

Bagikan
Sumber: suarabaru.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks