JAWA TENGAH — Brand Commodore yang dihidupkan kembali kini merilis ponsel paling tidak biasa di tahun 2026. Commodore Callback 8020 adalah flip phone dengan bodi polikarbonat yang sengaja dibuat mirip Nokia era 2000-an, tetapi diam-diam ditenagai prosesor MediaTek Helio G81 dan sistem operasi Sailfish OS berbasis Linux. Perangkat ini sudah bisa dipesan mulai sekarang dan diperkirakan dikirim sebelum akhir 2026.
Spesifikasi Commodore Callback 8020
- Layar: Cover display 1,77 inci dengan lampu LED notifikasi. Layar utama 3,25 inci IPS LCD resolusi 640 x 480 piksel. Layar utama sebenarnya touchscreen, tetapi sentuhan dinonaktifkan untuk sebagian besar aplikasi dan hanya aktif saat diperlukan.
- Prosesor & Memori: MediaTek Helio G81, RAM 4GB, penyimpanan internal 64GB, dukungan dual SIM, dan slot microSD.
- Baterai: 1.550 mAh yang bisa dilepas pengguna (user-replaceable).
- Kamera: Kamera belakang 48MP dan kamera depan untuk panggilan video.
- Konektivitas & Audio: Jack audio 3,5mm, FM radio, dan sudah termasuk earphone kabel berkualitas tinggi di dalam kotak.
- Sistem Operasi: Sailfish OS buatan Jolla dengan toko aplikasi bernama Commostore.
Fitur Unggulan: Browser & Medsos Diblokir Total
Callback 8020 hadir tanpa browser web dan aplikasi media sosial apa pun—dan pengguna tidak bisa menginstalnya. Commodore mengklaim aplikasi semacam itu "diblokir di level sistem" dan tidak bisa dipasang melalui sideloading sekalipun. Bahkan TikTok diblokir di level DNS, sehingga aplikasi tidak bisa terhubung ke server meskipun berhasil diinstal.
Aplikasi email dan aplikasi kerja tidak tersedia di Commostore, tetapi pengguna masih bisa melakukan sideload untuk kategori tersebut. Sementara itu, aplikasi pesan instan seperti Signal, Telegram, dan WhatsApp tersedia dan bisa dipasang secara normal.
Pendekatan ini menjadikan Callback 8020 sebagai ponsel "distraction-free" yang lebih ekstrem dari biasanya. Perangkat ini tidak mengandalkan kemauan pengguna untuk tidak membuka media sosial—ia memblokirnya secara paksa.
Harga & Ketersediaan
Commodore Callback 8020 dibanderol USD 500 atau sekitar Rp 8,2 juta (estimasi kurs Rp 16.500). Sebagai perbandingan, Nokia 3210 versi modern dijual di bawah USD 70 (Rp 1,1 juta) dan TCL Flip 3 hanya sekitar USD 30 (Rp 500 ribu). Dengan harga tersebut, Callback 8020 jelas bukan dumb phone murah, melainkan ponsel minimalis yang tetap pintar dalam hal aplikasi pesan.
Belum ada informasi mengenai ketersediaan di Indonesia. Pre-order sudah dibuka, dengan estimasi pengiriman akhir 2026.
Posisi di Pasaran: Bukan Dumb Phone, Bukan Smartphone Biasa
Callback 8020 berada di posisi unik. Ia bukan dumb phone karena tetap bisa menjalankan aplikasi perpesanan modern. Namun ia juga bukan smartphone pada umumnya karena ukuran layar 3,25 inci yang kecil, keyboard T9, dan sentuhan yang sengaja dibuat tidak nyaman untuk aktivitas berat. Commodore mendesain perangkat ini agar pengguna malas menggunakannya untuk hal lain selain telepon dan chat singkat.
Bagi pengguna yang benar-benar ingin putus dari media sosial tetapi tetap butuh akses ke WhatsApp, Telegram, atau Signal, Callback 8020 bisa menjadi solusi. Namun jika anggaran terbatas, dumb phone konvensional tetap menjadi pilihan yang jauh lebih murah.