SEMARANG — Warga Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, kembali menyuarakan keluhan atas kondisi jalan rusak di wilayah mereka. Kerusakan terparah terjadi di jalur tanjakan Kalipancur hingga pertigaan menuju SMA Negeri 7 Semarang, yang setiap hari dilintasi puluhan truk pengangkut material galian C.
Kerusakan Berulang Meski Sudah Diperbaiki
Luqman, seorang warga setempat, mengatakan bahwa jalan ini sempat diperbaiki oleh perusahaan tambang pada November lalu. Namun, perbaikan itu hanya bertahan sementara karena truk-truk bermuatan berat terus melintas tanpa pengawasan.
“Setelah itu rusak lagi karena masih sering dilalui truk pengangkut tanah galian C,” ujarnya kepada Beritajateng.tv, Senin lalu.
Dua Keluhan Utama: Debu dan Bahaya Kecelakaan
Selain kerusakan infrastruktur, warga juga mengeluhkan debu beterbangan yang muncul setiap kali truk melintas, terutama saat cuaca panas. Debu tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari dan kesehatan pernapasan warga yang tinggal di sepanjang jalur tersebut.
“Debunya cukup parah. Selain itu jalan yang bergelombang juga membuat kendaraan cepat rusak dan meningkatkan risiko kecelakaan,” kata Luqman.
Ia menambahkan, risiko kecelakaan semakin tinggi pada malam hari. Minimnya penerangan jalan membuat lubang dan gelombang aspal sulit dikenali dari jarak jauh.
Aktivitas Galian C Tanpa Solusi Jangka Panjang
Kerusakan jalan akibat truk galian C bukan persoalan baru di Semarang bagian barat. Jalur Kalipancur merupakan akses utama menuju kawasan Gunungpati yang dikenal sebagai salah satu lokasi tambang galian C aktif. Namun, hingga saat ini belum ada kebijakan khusus dari Pemkot Semarang untuk membatasi tonase kendaraan atau mewajibkan perusahaan tambang melakukan perbaikan berkala.
Warga berharap Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang segera turun tangan. Mereka meminta agar ada pengawasan ketat terhadap truk yang melebihi kapasitas muatan, serta perbaikan jalan yang bersifat permanen, bukan tambal sulam.
Kondisi Jalan Semakin Buruk saat Musim Hujan
Jika tidak segera ditangani, kondisi jalan diperkirakan akan semakin parah saat musim hujan tiba. Genangan air di lubang-lubang jalan dapat mempercepat kerusakan aspal dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara motor yang melintas di malam hari.