Pencarian

Ancaman Abrasi di Pantura Jateng Makin Parah, Pemprov Tanam 92.290 Bibit Mangrove Serentak di 16 Wilayah Pesisir

Sabtu, 06 Juni 2026 • 21:34:01 WIB
Ancaman Abrasi di Pantura Jateng Makin Parah, Pemprov Tanam 92.290 Bibit Mangrove Serentak di 16 Wilayah Pesisir
Penanaman 92.290 bibit mangrove dilakukan serentak di 16 wilayah pesisir Pantura Jawa Tengah.

SEMARANG — Ancaman abrasi dan rob yang kian menggerus kawasan pesisir utara Jawa Tengah mendorong pemerintah provinsi mengambil langkah konkret. Sebanyak 92.290 bibit mangrove dan tanaman pesisir ditanam serempak di 16 kabupaten/kota pada Sabtu (6/6/2026). Ribuan bibit itu ditanam di titik-titik kritis Pantura yang mengalami tekanan ekologis paling parah.

Fokus di Pantai Tirang: 2.750 Mangrove dan 200 Cemara Laut

Kegiatan dipusatkan di Pantai Tirang, Kota Semarang, yang selama ini menjadi salah satu titik rawan abrasi. Di lokasi ini, sebanyak 2.750 batang mangrove dan 200 batang cemara laut ditanam oleh peserta yang terdiri dari komunitas lingkungan, pelajar, mahasiswa, hingga warga pesisir. Aksi bersih-bersih pantai secara gotong royong juga digelar sebagai rangkaian acara.

Gubernur: Laut Harus Dipagari, Bukan Sekadar Ditanami

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut program ini bagian dari Gerakan Mageri Segoro —istilah Jawa yang berarti memagari laut. “Mageri Segoro itu segoro yang dikasih pager. Artinya, laut kita itu harus kita pagari,” ujarnya di sela kegiatan. Menurut Luthfi, penanaman mangrove adalah investasi jangka panjang untuk menyelamatkan garis pantai yang terus menyusut akibat rob dan abrasi.

Perawatan Pascatanam Jadi Kunci Keberhasilan

Luthfi mengingatkan bahwa jumlah bibit yang ditanam tidak menjamin keberhasilan program jika tidak dirawat. Ia meminta dinas terkait, komunitas lingkungan, hingga kawasan industri ikut bertanggung jawab menjaga tanaman yang telah ditanam. “Tiga hari sekali minimal dilakukan pengecekan,” tandasnya, terutama menjelang musim kemarau yang mengancam kelangsungan hidup bibit mangrove.

Tema Hari Lingkungan: Saatnya Bekerja untuk Iklim

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Jawa Tengah mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Tema ini dinilai relevan karena dampak perubahan iklim, termasuk bencana hidrometeorologi, kini mendominasi kejadian bencana alam di provinsi tersebut. Penanaman mangrove menjadi salah satu bentuk adaptasi terhadap ancaman tersebut.

Salah seorang peserta dari Saka Kalpataru, Aisyah, berharap penanaman ini mampu menjaga keberlangsungan Pantai Tirang. “Harapan saya, semoga Pantai Tirang ini jangan sampai terkikis oleh air laut,” kata Aisyah.

Bagikan
Sumber: indoraya.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks