KLATEN — Pelantikan pengurus IESPA Klaten berlangsung di salah satu hotel di kota tersebut, pekan lalu. Ketua terpilih, Bagus Prasetyo, menyebut tantangan terbesar saat ini bukanlah mencari bakat, melainkan mengubah pandangan orang tua yang menganggap bermain game hanya membuang-buang waktu.
Mengubah Stigma Jadi Prestasi
“Kami harus meyakinkan orang tua bahwa esports bukan sekadar main game. Ini olahraga otak yang terstruktur, ada pelatihan fisik, strategi, dan kerja sama tim,” ujar Bagus dalam sambutannya.
IESPA Klaten menargetkan pembinaan atlet muda dari tingkat pelajar. Sejumlah sekolah di Klaten sudah mulai merespons positif dengan membuka ekstrakurikuler esports.
Target Emas di Forda 2026
Forda menjadi ajang pertama yang akan dibidik IESPA Klaten. Pengurus menargetkan medali emas untuk cabang Mobile Legends dan PUBG Mobile. “Kami sudah memetakan potensi atlet dari komunitas dan turnamen lokal. Beberapa nama sudah masuk radar,” kata Bagus.
Untuk mencapai target itu, IESPA akan menggelar scouting dan turnamen rutin di tingkat kecamatan. Anggaran awal dialokasikan dari kas organisasi dan dukungan sponsor lokal.
Dukungan Pemkab dan Komunitas
Pelantikan ini dihadiri perwakilan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Klaten. Pemerintah daerah menyatakan siap memfasilitasi tempat latihan dan perizinan turnamen. “Kami melihat potensi besar esports sebagai industri kreatif dan olahraga prestasi,” ujar Kepala Dispora Klaten, Supriyanto.
Komunitas game di Klaten menyambut antusias. Beberapa pemilik warnet dan kafe gaming juga menawarkan tempat latihan gratis untuk atlet binaan IESPA.
Langkah Awal: Edukasi Orang Tua dan Sekolah
Sesi pertama program kerja IESPA adalah sosialisasi ke sekolah dan pertemuan orang tua. Mereka akan menghadirkan atlet profesional dan psikolog untuk menjelaskan manfaat esports. “Kami ingin orang tua melihat langsung bahwa anak-anak mereka bisa berprestasi dan bahkan mendapatkan beasiswa,” kata Bagus.
IESPA juga menggandeng universitas di Klaten untuk program pelatihan mental dan manajemen waktu bagi atlet muda. Target jangka panjangnya adalah melahirkan atlet yang bisa tembus PON dan level Asia.