Pencarian

Bukan karena Bocor saat Hujan, Ini Dua Versi Asal Usul Nama Desa Kebocoran di Banyumas

Minggu, 31 Mei 2026 • 21:05:38 WIB
Bukan karena Bocor saat Hujan, Ini Dua Versi Asal Usul Nama Desa Kebocoran di Banyumas
Kepala Desa Kebocoran menjelaskan dua versi asal usul nama desa di Banyumas.

PURWOKERTO — Nama Desa Kebocoran di Kabupaten Banyumas bukanlah sekadar plesetan atau guyonan warga soal atap rumah yang rembes. Kepala Desa Kebocoran, Eri Pujiono, mengungkapkan setidaknya ada dua versi sejarah yang diyakini masyarakat secara turun-temurun.

"Ini ada beberapa versi cerita sejarah Desa Kebocoran yang kami terima dari cerita-cerita orang tua dulu," kata Eri saat ditemui detikJateng, Jumat (29/5/2026).

Darah Kamandaka yang Merembes Setelah Adu Jago

Versi pertama berkaitan erat dengan kisah legendaris Kamandaka atau Raden Banyak Catra dalam Babad Pasirluhur. Konon, Kamandaka datang dari Pajajaran menuju wilayah Kerajaan Galuh hingga Pasirluhur dengan menyamar sebagai rakyat biasa bernama Banyak Cotro.

Dalam pengembaraannya mencari jodoh, ia disebut-sebut ikut adu jago. Pertarungan itu berubah petaka setelah jalu ayam yang dipasangi pisau kecil bernama patrem mengenai bagian samping perut Kamandaka.

"Jalunya dipasangi pisau kecil, namanya patrem. Itu kena perut Kamandaka, akhirnya luka," ujar Eri.

Dalam kondisi terluka, Kamandaka melarikan diri dan melewati kawasan Watu Sinom di Keniten. Sesampainya di daerah yang kini bernama Kebocoran, darah dari lukanya disebut terus merembes keluar atau bocor. Dari situlah muncul ucapan bahwa tempat itu akan dinamai Kebocoran.

"Konon saat melewati sini, lukanya rembes atau bocor. Lalu muncul ucapan, besok tempat ini saya kasih nama Kebocoran," tuturnya.

Desa yang Tak Pernah Kehabisan Air

Versi kedua justru tidak ada kaitannya dengan darah. Warga meyakini nama Kebocoran berasal dari kondisi alam desa yang sejak dulu tidak pernah kekeringan. Sungai, saluran air, hingga parit kecil di desa itu selalu mengalir sepanjang tahun.

"Konon desa ini tidak pernah kering, selalu tercukupi sumber air. Jadi seperti bocor terus airnya," kata Eri.

Versi ini dipercaya berkaitan dengan masa masuknya Islam hingga periode perjuangan sebelum kemerdekaan. Di desa tersebut terdapat situs Sumurwatu, berupa batu besar dengan cekungan di tengahnya. Warga percaya cekungan itu merupakan bekas ledakan granat yang tidak meledak saat masa peperangan.

"Cerita yang kami dapat, muridnya Sunan Kalijaga pernah singgah di situ. Ada juga cerita pasukan Pangeran Diponegoro pernah istirahat atau bersembunyi di sana," ujarnya.

Misteri Jalan Sukamsi dan Tarsono

Jejak perjuangan di Desa Kebocoran juga terekam dalam nama dua jalan, yakni Jalan Sukamsi dan Jalan Tarsono. Nama Sukamsi diyakini berasal dari seorang pejuang yang gugur melawan penjajah di wilayah tersebut dan sempat dimakamkan di sana sebelum dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan.

Sementara itu, sosok Tarsono hingga kini masih menjadi teka-teki. "Kalau Tarsono kami belum ketemu sejarah lengkapnya," kata Eri.

Kini Desa Kebocoran dihuni sekitar 5.800 jiwa. Bagi warga setempat, kisah Kamandaka, Sumurwatu, hingga tokoh perjuangan bukan sekadar dongeng masa lalu, melainkan bagian dari identitas desa yang terus diwariskan lintas generasi. Pemerintah desa pun masih terus menelusuri dan menyambungkan sejarah tersebut.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks