Pencarian

Polisi Ungkap Kondisi Tenda Limas yang Ditempati Empat Korban Tewas saat Glamping di Temanggung, Begini Fasilitasnya

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:04:25 WIB
Polisi Ungkap Kondisi Tenda Limas yang Ditempati Empat Korban Tewas saat Glamping di Temanggung, Begini Fasilitasnya
Polisi memeriksa kondisi tenda limas yang ditempati empat korban tewas di lokasi glamping Temanggung.

TEMANGGUNG — Empat anggota keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, ditemukan tewas di dalam tenda limas saat menginap di lokasi glamping kawasan wisata Kledung, Temanggung. Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa kondisi tenda yang digunakan para korban.

Fasilitas Tenda Limas: Tertutup Rapat, Tanpa Ventilasi Memadai

Kapolres Temanggung AKBP Agus Puryadi menjelaskan bahwa tenda jenis limas yang ditempati korban memiliki desain tertutup di seluruh sisinya. Tenda tersebut dilengkapi alas kasur dan selimut, namun tidak memiliki ventilasi udara yang cukup untuk sirkulasi.

“Tenda limas ini memang modelnya tertutup semua. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada lubang udara atau jendela yang bisa dibuka,” ujar Agus dalam keterangannya.

Polisi menduga penyebab kematian keempat korban adalah kekurangan oksigen di dalam tenda yang terkunci rapat dari dalam. Dugaan ini diperkuat dengan tidak adanya tanda-tanda kekerasan atau pembobolan pada tubuh korban maupun struktur tenda.

Kronologi: Ditemukan Tak Bergerak saat Hendak Dibangunkan

Peristiwa ini terungkap saat pengelola lokasi glamping hendak membangunkan para tamu pada Minggu pagi. Karena tidak ada respons, petugas memutuskan untuk membuka paksa tenda dan menemukan keempat korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Keempat korban diketahui merupakan satu keluarga, terdiri dari suami-istri dan dua anak mereka. Mereka check-in pada Sabtu sore dan berencana menginap semalam sebelum kembali ke Ambarawa pada Minggu siang.

Peringatan bagi Wisatawan Glamping: Perhatikan Sirkulasi Udara

Kasus ini menjadi pengingat bagi pengelola dan pengunjung tempat wisata glamping untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan, terutama sirkulasi udara di dalam tenda. Agus mengimbau agar setiap tenda yang disewakan memiliki ventilasi yang memadai atau sistem pengaman lain yang mencegah kejadian serupa.

“Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut, termasuk memeriksa standar operasional prosedur pengelola lokasi. Yang jelas, kejadian ini harus menjadi evaluasi bersama,” tegasnya.

Jenazah keempat korban telah dibawa ke RSUD Temanggung untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian. Sementara itu, pengelola lokasi glamping masih dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres Temanggung.

Bagikan
Sumber: radarsemarang.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks