SUKOHARJO — Idul Adha di Masjid Sudarto Milatoen Sukoharjo bukan sekadar ritual pemotongan hewan. Takmir menghadirkan sosok superhero yang mendongengkan kisah Nabi Ibrahim dan Ismail. Anak-anak pun larut dalam pesan moral yang dikemas ringan dan dekat dengan keseharian mereka.
Superhero Bukan Sekadar Bertarung, Tapi Mendongeng
Takmir Masjid Sudarto Milatoen, Kurniawan Agung Nugroho, menyebut kehadiran superhero menjadi daya tarik utama. Bukan untuk berkelahi, melainkan menyampaikan nilai keteladanan.
"Kehadiran sosok superhero yang mendongeng kisah Nabi Ibrahim jadi daya tarik bagi anak-anak saat sembelih kurban," ujar Kurniawan.
Keteladanan Ibrahim dan Ismail Dikemas Lebih Dekat dengan Anak
Pendekatan populer ini membuat nilai pengorbanan dan ketaatan lebih mudah dicerna. Anak-anak tidak hanya menyaksikan prosesi, tetapi juga memahami makna di baliknya.
Momen ini menjadi jembatan bagi orang tua menjelaskan esensi Idul Adha dengan cara menyenangkan. Suasana masjid berubah menjadi panggung edukasi interaktif.
Idul Adha Bukan Sekadar Ritual, Tapi Edukasi Generasi Muda
Inisiatif ini membuktikan perayaan keagamaan bisa dikemas kreatif tanpa kehilangan esensi. Figur akrab di mata anak-anak membuat pesan keteladanan Nabi Ibrahim tertanam lebih kuat.
Kurniawan berharap kegiatan serupa terus dikembangkan. "Ini cara kami agar anak-anak tidak hanya datang, tapi juga pulang dengan pemahaman," pungkasnya.