JAWA TENGAH — Toyota mempertahankan status merek otomotif paling bernilai di dunia dalam laporan Best Global Brands 2026 yang dirilis Interbrand, sekaligus satu-satunya pabrikan yang menembus 10 besar peringkat keseluruhan di posisi kesembilan. Mercedes-Benz dan BMW menyusul di urutan kedua dan ketiga kategori otomotif, sementara BYD naik satu peringkat ke posisi ke-12. Dominasi Toyota bertahan sejak 2003, ketika terakhir kali gelar itu lepas ke tangan Mercedes-Benz.
Laporan Best Global Brands 2026 menempatkan Toyota di puncak kategori otomotif, mengungguli seluruh pabrikan lain yang masuk daftar 100 merek paling bernilai versi Interbrand. Posisi kesembilan secara keseluruhan membuat Toyota satu-satunya nama dari sektor otomotif yang berhasil menyusup ke jajaran elite dunia, di bawah Apple, Microsoft, Google, Amazon, Samsung, Nvidia, Instagram, dan Coca-Cola.
Mercedes-Benz harus puas di urutan kedua kategori otomotif dengan peringkat ke-20 dunia. BMW menguntit di posisi ketiga lewat peringkat ke-22.
Hyundai menempati posisi keempat atau peringkat ke-29 dunia, disusul Honda di urutan kelima dengan peringkat ke-45. Tesla berada di posisi keenam, sementara Ferrari menutup tujuh besar kategori otomotif.
Grup Volkswagen menempatkan tiga mereknya di sisa 10 besar. Audi di posisi kedelapan, Porsche kesembilan, dan Volkswagen kesepuluh, masing-masing dengan peringkat dunia ke-65, ke-66, dan ke-71.
Nilai merek Ferrari naik 14,7% menjadi US$ 17,7 miliar, menjadikannya salah satu dari empat merek otomotif yang mencatatkan pertumbuhan nilai pada laporan tahun ini. Sisanya justru mengalami penurunan.
Hyundai mencatat kenaikan nilai 1,6%, Kia 2,7%, dan BYD 4,5%. Ferrari juga melesat dari posisi ke-10 kategori otomotif pada 2025 ke posisi ketujuh, sementara Hyundai naik dua peringkat ke posisi keempat.
Total ada 13 merek otomotif yang masuk daftar 100 merek paling bernilai dunia. Setelah 10 besar, Kia berada di posisi ke-11 dengan peringkat dunia ke-87, BYD di posisi ke-12 atau peringkat ke-89, dan Nissan di posisi ke-13 atau peringkat ke-100.
BYD mencatatkan kenaikan satu peringkat di kategori otomotif, dari urutan ke-13 menjadi ke-12. Di peringkat keseluruhan, merek asal China itu melompat dari posisi ke-97 pada 2025 ke posisi ke-89.
Interbrand menilai kekuatan merek melalui sejumlah faktor, mulai dari kinerja keuangan, pengaruh merek terhadap keputusan pembelian konsumen, daya saing, hingga pengelolaan pengalaman pelanggan.
Metodologi penilaian tersebut telah mengantongi sertifikasi ISO 10668, standar internasional untuk pengukuran nilai sebuah merek.