FA dan WSL Luncurkan Studi Besar soal Cedera ACL di Sepak Bola Putri

Penulis: Yanto Prasetya  •  Kamis, 05 November 2026 | 17:34:01 WIB
FA dan WSL Football meluncurkan proyek riset besar untuk meneliti penyebab cedera ACL di sepak bola putri.

JAWA TENGAH — Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) bersama WSL Football meluncurkan proyek riset besar untuk mengurai penyebab cedera ligamen anterior cruciatum (ACL) di sepak bola putri. Studi ini menyasar salah satu masalah paling serius di sepak bola wanita, dengan pemain disebut dua hingga enam kali lebih rentan mengalami cedera tersebut dibanding pemain pria.

Riset tersebut melibatkan Imperial College London dan ahli bedah lutut olahraga Simon Ball, dengan peneliti Hanna Lehtovirta sebagai pemimpin proyek. Pendanaan berasal dari FA, dan klub-klub di Women's Super League (WSL) serta WSL2 akan terlibat langsung dalam pengumpulan data.

Cedera ACL memang lama membayangi sepak bola putri. Pemain yang mengalaminya kerap absen berbulan-bulan, dan sejumlah nama besar pernah merasakannya.

Miedema hingga Kerr, Deretan Pemain yang Pernah Terkena Cedera ACL

Vivianne Miedema, Beth Mead, Leah Williamson, dan Sam Kerr termasuk pemain yang tercatat pernah menderita cedera ACL dalam beberapa tahun terakhir. Nama-nama itu menunjukkan bahwa cedera ini tidak pandang bulu, bahkan menimpa pemain level atas.

Penelitian sebelumnya telah menyoroti sejumlah faktor risiko potensial: pengaruh anatomi, hormon, biomekanik, hingga lingkungan. Namun menurut para peneliti, pemahaman soal bagaimana faktor-faktor itu saling berinteraksi dalam keseharian sepak bola elite masih terbatas.

Dua Fase Riset: Survei Pemain lalu Wawancara Staf

Studi ini dirancang dua tahap. Fase pertama memakai survei pemain untuk mengumpulkan data riwayat cedera, beban latihan dan pertandingan, serta faktor hormonal, nutrisi, dan psikologis.

Data pemain yang mengalami cedera ACL sejak musim 2018-19 akan dibandingkan dengan pemain yang tidak mengalaminya. Fase kedua berupa wawancara dengan pemain dan staf untuk menggali persepsi soal cedera ACL serta pendekatan latihan dan pencegahan yang berjalan saat ini.

Pemain dari setiap klub WSL dan WSL2 akan diundang ikut serta, bersama staf medis, performa, dan pelatih. Peneliti berharap temuan riset ini membantu merumuskan strategi pencegahan cedera, rehabilitasi, dan kesejahteraan pemain di masa depan.

FIFA Juga Teliti Pengaruh Siklus Menstruasi

Upaya serupa sebelumnya datang dari FIFA. Pada April 2025, FIFA mengumumkan pendanaan riset untuk menelusuri apakah fluktuasi hormon selama siklus menstruasi ikut berkontribusi pada meningkatnya kasus cedera ACL di sepak bola putri.

Langkah FA dan WSL Football kali ini disebut sebagai salah satu pemeriksaan paling menyeluruh terhadap cedera ACL di sepak bola putri. Pendekatannya menggabungkan data ilmiah dengan pengalaman langsung para pemain dan staf di lapangan.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: bbc.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top