WONOGIRI — Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menyatakan pemeliharaan prasarana dilakukan secara terencana dengan mempertimbangkan kondisi teknis di lapangan. Penambahan balas kricak, penggantian bantalan, dan pembenahan jembatan dijalankan untuk menjaga keandalan jalur saat cuaca ekstrem dan lonjakan penumpang akhir tahun.
Dari sisi volume, KAI Daop 6 menargetkan penambahan balas kricak berukuran 2–6 sentimeter sebanyak 16.800 meter kubik di seluruh wilayah operasional. Hingga pembaruan terakhir, 13.800 meter kubik sudah terealisasi atau 82,14 persen dari target.
Penggantian bantalan beton lama dengan bantalan baru mencapai 2.220 batang dari total target 2.500 batang, atau 88,8 persen. Sementara penggantian 620 batang bantalan sintetis di wilayah Jenar, Delanggu, Sumberlawang, Palur, dan Kadipiro sudah rampung sepenuhnya.
“Persiapan prasarana jalan rel dan jembatan kami lakukan secara terencana melalui perawatan, penggantian komponen yang membutuhkan penanganan, serta peningkatan konstruksi di sejumlah titik," ujar Feni melalui rilis yang diterima, Selasa (27/10/2026).
Menurut Feni, upaya tersebut ditujukan agar perjalanan kereta api tetap selamat, aman, dan lancar, terutama saat menghadapi tantangan cuaca pada musim penghujan dan peningkatan frekuensi perjalanan pada masa Angkutan Nataru.
Di sektor jembatan, dua unit jembatan baja di wilayah Solo dan Sragen telah selesai diganti menggunakan konstruksi box culvert. Pekerjaan pengangkatan jembatan baja untuk perbaikan elevasi jalur pada lima jembatan dan drainase juga tuntas 100 persen.
“Di sisi prasarana jembatan, dua unit jembatan baja di wilayah Solo dan Sragen telah selesai diganti menggunakan konstruksi box culvert," jelas Feni.
Perbaikan elevasi jalur dan drainase di lima jembatan itu penting karena perubahan kondisi tanah dan genangan air menjadi pemicu utama gangguan jalur saat hujan deras. Box culvert dipilih untuk menggantikan konstruksi baja yang dinilai butuh perawatan lebih intensif.
KAI Daop 6 memantau kondisi rel dan jembatan di seluruh wilayah operasional untuk mengantisipasi gangguan akibat curah hujan, perubahan kondisi tanah, maupun kondisi lingkungan sekitar jalur. Koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dilakukan selama 24 jam untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca.
Wilayah operasional Daop 6 mencakup jalur-jalur padat di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, termasuk segmen Solo, Sragen, Delanggu, Palur, hingga Kadipiro yang menjadi lintasan utama kereta antarkota. Perawatan di titik-titik itu berdampak langsung pada ketepatan waktu perjalanan penumpang saat libur akhir tahun.
Dengan perawatan dan pemantauan berkelanjutan, KAI Daop 6 berharap prasarana kereta api tetap andal sehingga perjalanan masyarakat selama libur akhir tahun berlangsung aman dan lancar.