SEMARANG — Program bertajuk JAJAN CIKI (Jalan-Jalan Belajar Bersama Bocah Cilik) menjadi kendaraan Ditpolairud Polda Jateng menyasar pelajar di kawasan pesisir. Materi yang diberikan mencakup penggunaan jaket pelampung atau life jacket, fungsi mercusuar, pengenalan kondisi cuaca, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan saat beraktivitas di perairan.
Dirpolairud Polda Jateng Kombes Pol Kobul Syahrin Ritonga menyebut kegiatan itu sebagai implementasi arahan pimpinan Polri agar kehadiran polisi di tengah masyarakat diwujudkan melalui aksi nyata. Polairud berupaya meningkatkan kesadaran warga pesisir, khususnya generasi muda, soal pentingnya menjaga keselamatan di laut dan perairan lainnya.
Selain menerima pembekalan dari personel Polairud, para pelajar diajak naik kapal patroli polisi untuk mengenal lebih dekat sarana operasional dan tugas personel. Pengalaman langsung di lingkungan perairan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta.
Antusiasme terlihat dari para siswa yang mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka memperoleh pengalaman baru sekaligus wawasan tentang pentingnya keselamatan pelayaran serta peran polisi dalam menjaga keamanan wilayah laut dan perairan.
Ditpolairud Polda Jateng turut membuka kesempatan bagi anak-anak dan remaja yang tidak melanjutkan sekolah maupun yang belum mengenyam pendidikan untuk terlibat dalam kegiatan pembinaan. Langkah itu diharapkan memperluas jangkauan edukasi sekaligus memberikan pengetahuan bermanfaat bagi generasi muda di kawasan pesisir.
Wadirpolairud Polda Jateng AKBP Sukoco menyampaikan bahwa kegiatan tersebut direncanakan berlangsung secara berkelanjutan. Edukasi keselamatan perairan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi program pembinaan yang konsisten.
Sebagai bagian dari pengembangan edukasi, Ditpolairud Polda Jateng telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) untuk memfasilitasi penyediaan buku-buku bacaan di dalam Kapal Pintar Polisi Perairan. Fasilitas itu diharapkan memperluas akses literasi bagi anak-anak pesisir.
Kapal tidak hanya dimanfaatkan untuk mengenalkan keselamatan laut, tetapi juga menjadi ruang belajar yang mendukung peningkatan pengetahuan dan minat baca. Rangkaian program itu memperkuat hubungan Polairud dengan masyarakat pesisir sekaligus menanamkan pemahaman bahwa keselamatan di laut merupakan tanggung jawab bersama.
Edukasi sejak usia sekolah diharapkan melahirkan generasi muda yang sadar keselamatan, berwawasan maritim, dan peduli terhadap lingkungan perairan.