SURAKARTA — Data prakiraan BMKG menunjukkan Surakarta, Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, dan Sragen berada di rentang suhu 27–36 °C dengan kelembapan 35–75 persen. Boyolali dan Karanganyar lebih sejuk, masing-masing 22–33 °C dan 22–31 °C, dengan kelembapan 60–90 persen.
Pada pagi hingga siang, cuaca Jawa Tengah diprediksi cerah hingga cerah berawan. Memasuki sore hingga awal malam, kondisi umumnya berawan dengan potensi hujan ringan di pegunungan bagian barat dan tengah.
Rentang kelembapan di wilayah dataran rendah Solo Raya turun sampai 35 persen pada siang hari. Udara kering membuat keringat cepat menguap, sehingga tubuh lebih sulit mendinginkan diri dibanding wilayah Boyolali dan Karanganyar yang kelembapannya mencapai 90 persen.
BMKG mengimbau warga yang beraktivitas di luar ruangan menjaga ketersediaan cairan tubuh. Aktivitas berat sebaiknya dijadwalkan pagi atau sore, bukan pada puncak terik sekitar tengah hari.
Wilayah Jawa Tengah belum keluar dari periode musim kemarau. BMKG meminta masyarakat mewaspadai kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi panas dan kering.
Lahan terbuka di Sragen, Wonogiri, dan Boyolali yang banyak ditumbuhi rumput kering menjadi titik rawan. Puntung rokok dan pembakaran sampah sembarangan memperbesar risiko percikan api menyebar cepat.
Tinggi gelombang di Perairan Utara Jawa Tengah diperkirakan 0,1–1,25 meter. Perairan Selatan Jawa Tengah lebih tinggi, mencapai 1,25–2,5 meter, sehingga nelayan dengan perahu kecil perlu memperhatikan kondisi saat melaut.
Prakiraan ini berlaku untuk aktivitas warga Solo Raya sepanjang pertengahan pekan. Warga yang hendak ke luar rumah pada siang hari disarankan membawa air minum dan mengenakan pakaian berbahan ringan.