OTT Bupati Klaten oleh KPK, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Akui Sudah Beri Diklat Antikorupsi hingga Fakta Integritas

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:16:00 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan pernyataan kepada wartawan di Gedung Grhadika Bakti Praja Semarang, Kamis (15/10/2026).

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengaku telah menempuh sejumlah langkah pembinaan bagi para kepala daerah sebelum peristiwa operasi tangkap tangan terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyon oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Langkah itu mencakup pemberian pemahaman hingga pendidikan dan pelatihan antikorupsi bagi seluruh kepala daerah di Jawa Tengah, serta penandatanganan fakta integritas bersama KPK.

Luthfi menyampaikan hal tersebut saat memberikan pernyataan di Gedung Grhadika Bakti Praja Semarang pada Kamis 15 Oktober 2026. Mantan Kapolda Jawa Tengah itu mengaku terus berupaya menanamkan nilai integritas kepada para pemimpin daerah.

Respons Gubernur atas Penangkapan Bupati Klaten

Dalam pernyataannya, Luthfi kembali menyampaikan keprihatinannya atas ditangkapnya Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyon oleh KPK. Ia menyoroti soal integritas yang seharusnya dimiliki seorang kepala daerah.

Hingga pernyataan itu disampaikan, belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai kasus yang menjerat Bupati Klaten. Kasus apa yang mendasari operasi tangkap tangan tersebut masih belum diungkap secara rinci.

Upaya Antikorupsi yang Sudah Ditempuh Pemprov Jateng

Luthfi menyebut pihaknya tidak berhenti memberikan pemahaman antikorupsi kepada seluruh kepala daerah di Jawa Tengah. Salah satu caranya melalui pendidikan dan pelatihan antikorupsi yang diikuti para kepala daerah.

Selain diklat, Pemprov Jateng juga menempuh jalur komitmen formal dengan menandatangani fakta integritas bersama KPK. Luthfi menyebut langkah itu sebagai bagian dari upaya menekan risiko korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.

Meski demikian, ia mengakui masih ada kepala daerah yang harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Pernyataan itu disampaikan tanpa merinci lebih jauh soal dugaan yang menjerat Bupati Klaten.

Kasus Bupati Klaten Belum Diungkap Resmi KPK

Operasi tangkap tangan terhadap Bupati Klaten menjadi perhatian publik Jawa Tengah. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari KPK soal konstruksi kasus maupun barang bukti yang diamankan.

Gubernur Luthfi memilih tidak mengomentari detail kasus dan lebih menekankan pentingnya integritas bagi setiap kepala daerah. Pihaknya menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada KPK.

Perkembangan kasus ini masih menunggu keterangan resmi dari KPK. Publik menantikan penjelasan soal dugaan yang menjerat Bupati Klaten dan langkah hukum selanjutnya.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: putraindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top