SALATIGA — Lokasi kekeringan di Druju tercatat sebagai kejadian pertama yang belum masuk pemetaan titik rawan kekeringan BPBD Kota Salatiga. Karena itu, penanganan baru dilakukan setelah aduan warga diverifikasi petugas di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Salatiga, Sutarto, menjelaskan setiap aduan masyarakat melewati tahap verifikasi sebelum tim pendistribusian air diterjunkan ke lokasi terdampak. Prosedur itu berlaku untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
"Jadi SOP (Standar Operasional Pelayanan) kami adalah ketika masyarakat menyampaikan aduan, nanti tim kami akan melakukan verifikasi, kemudian akan segera ditindaklanjuti, yakni dengan menerjunkan langsung tim pendistribusian air bersih ke warga," jelas Sutarto.
Wilayah yang sudah masuk pemetaan BPBD mendapat perlakuan berbeda. Petugas memantau lokasi tersebut setiap hari, seperti di kawasan Argomulyo.
Di titik-titik rawan itu, tandon air bersih diisi ulang secara berkala untuk menjaga ketersediaan air bagi warga. Pola ini belum bisa diterapkan di Druju karena statusnya di luar peta rawan kekeringan.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengajak warga memanfaatkan program Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) bersama BPBD. Warga diminta aktif melaporkan kondisi kekeringan di lingkungan masing-masing agar penanganan bisa segera dilakukan.
"Awasi, peduli, dan informasikan apabila terdapat warga yang kekurangan air bersih. Segera informasikan kepada BPBD Kota Salatiga. Mari bersama kita pastikan masyarakat Kota Salatiga terpenuhi kebutuhan air bersihnya," ujar Robby.
Selain kekurangan air, Robby mengingatkan risiko kebakaran yang meningkat selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah serta memastikan kompor dan peralatan listrik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
"Ini musim kemarau, hati-hati kebakaran, jangan bakar sampah, jangan lupa matikan listrik dan kompor kalau meninggalkan rumah. Karena musim kering ini banyak bahaya kebakaran, kita sendiri yang harus mencegah ya, Bu. Kemudian jangan lupa juga sampah ya, kita mulai pilah sampah dari rumah," kata dia.
Salah satu warga Druju, Darwati, menyebut bantuan air bersih sangat membantu masyarakat, terutama warga RT 01 dan RT 02 yang kesulitan air untuk kebutuhan rumah tangga. Air bantuan dimanfaatkan untuk minum, memasak, hingga mandi bagi warga yang sumurnya kering.
"Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Druju, terutama RT 01 dan 02. Airnya ya untuk minum, masak, mungkin ada yang untuk mandi kalau yang memang sumurnya kering, ya untuk kebutuhan sehari-hari sangat membantu," ujarnya.
Pemkot Salatiga belum merinci jadwal pendistribusian lanjutan ke Druju. Warga yang mengalami kekurangan air bersih diminta melapor ke BPBD Kota Salatiga untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti.