SUKOHARJO — Kunjungan Zulkifli Hasan menyasar tiga lokasi di Kecamatan Baki, yakni Desa Purbayan, Kadilangu, dan Menuran. Ia meninjau gerai, gudang, aktivitas transaksi, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, serta pemasaran produk UMKM setempat.
Menurut Zulhas, kopdes tidak cukup hanya memiliki gedung. Koperasi harus menjalankan usaha yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam kunjungan itu, Zulhas menegaskan arah kebijakan pemerintah terhadap pengembangan koperasi desa.
"Presiden Prabowo ingin desa atau kelurahan itu maju. Yang maju jangan kota saja. Desa juga harus maju, kelurahan juga maju," ujar Zulhas.
Ia menyebut koperasi harus mampu memenuhi kebutuhan warga sekaligus membuka akses pemasaran bagi produk lokal. Layanan yang dikembangkan mencakup penyediaan bahan pangan, pupuk dan LPG bersubsidi, layanan keuangan, serta pemasaran hasil pertanian dan UMKM.
Penjualan barang bersubsidi di kopdes harus diawasi agar tepat sasaran. Prioritas diberikan untuk memenuhi kebutuhan anggota koperasi dan masyarakat setempat.
Berdasarkan data Pemprov Jawa Tengah per 12 Oktober 2026, sebanyak 5.427 dari 8.523 KDKMP telah beroperasi. Sementara 3.096 koperasi lainnya masih dalam tahap persiapan.
Sebanyak 5.895 gedung koperasi juga telah rampung dibangun di provinsi ini. Di Sukoharjo, 151 dari 167 gedung KDKMP telah selesai dibangun.
Di Desa Purbayan, sejumlah potensi usaha bisa dikembangkan melalui koperasi. Di antaranya budi daya jamur kuping, kerupuk rambak, emping melinjo, sayuran kelompok PKK, dan kerajinan wayang.
Zulhas menyebut sekitar 27 ribu koperasi telah beroperasi secara nasional. Pemerintah menargetkan jumlahnya meningkat menjadi 35 ribu hingga akhir tahun.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menambahkan, pengembangan koperasi harus disesuaikan dengan potensi dan karakteristik setiap daerah.
"Tidak semua KDKMP harus dipukul rata sama. Disesuaikan kearifan lokal atau kondisi daerahnya," kata Luthfi.
Dengan 5.427 unit yang sudah beroperasi, Jawa Tengah menyumbang porsi besar dari total koperasi aktif secara nasional. Perhatian berikutnya tertuju pada 3.096 koperasi yang masih dalam tahap persiapan di provinsi ini.